10 Cara Menjadi Agen Asuransi yang Baik

Jika Anda seorang agen asuransi, Anda harus dapat membuat klien menjadi percaya dengan perusahaan asuransi tempat Anda bekerja. Banyak perusahaan asuransi yang kehilangan kepercayaan dari para klien, karena ada salah satu agen yang tidak memenuhi kriteria seperti jujur, antusias, dan selalu mengutamakan kebutuhan klien. Saat Anda memutuskan untuk menjadi seorang agen asuransi yang baik, Anda harus menyadari bahwa ada beberapa hal yang perlu untuk dimiliki. Anda penasaran bagaimana menjadi agen asuransi yang baik, simak beberapa tips berikut.

agen asuransi » 10 Cara Menjadi Agen Asuransi yang Baik
Cara menjadi agen asuransi yang baik (Ilustrasi/flickr))
  1. Utamakan Kebutuhan Klien

Pada saat ada agen yang hanya perduli untuk memperoleh komisi dan mengabaikan kebutuhan klien, bisa dipastikan dia tidak akan dapat bertahan lama menjadi agen asuransi. Namun jika ada seorang agen yang mau mendengar kebutuhan klien, sudah pasti agen tersebut akan mendapatkan kepercayaan dari para klien. Agen asuransi yang baik ialah yang mengikuti keinginan klien dan mengarahkan agar mereka mendapatkan apa yang dibutuhkan oleh mereka walaupun itu berarti komisi yang Anda dapat sedikit. Tentunya saat Anda sudah menjadi agen asuransi dengan tipe ini, keberhasilan pasti akan datang kepada Anda.

2. Berikan Pelayanan Prima Kepada Konsumen

Buatlah agar klien Anda selalu percaya kepada Anda. Saat mereka membutuhkan bantuan Anda, cobalah untuk menjadi agen asuransi yang bertanggung jawab. Berikan pelayanan sebaik mungkin bagi orang – orang yang telah bersedia untuk menjadi klien Anda. Bantu mereka menyelesaikan masalah yang berkaitan dengan jasa asuransi yang telah mereka gunakan, sehingga mereka menjadi senang dan beruntung telah mengenal Anda. Terimalah setiap telpon dari klien meskipun dilakukan secara mendadak dan itu merupakan kewajiban Anda untuk menjawabnya dengan sopan dan sabar. Saat Anda sudah memberikan janji kepada klien, Anda diharuskan untuk menepati janji Anda. Jika Anda tidak bisa menyelesaikan masalah mereka, Anda tetap harus berusaha dan katakan alasan mengapa Anda tidak berhasil menyelesaikan masalah tersebut. Hal yang paling tidak disukai oleh klien ialah saat mereka membutuhkan, tidak ada satupun jawaban ataupun tindakan padahal mereka sudah membeli polis.

3. Kecerdasan Emosional

Di dunia kerja kecerdasan yang dibutuhkan tidak hanya berkaitan dengan intelektual, tetapi juga kecerdasan emosional. Beberapa survey sudah membuktikan bahwa tingkat keberhasilan seseorang lebih dipengaruhi oleh kecerdasan emosional yang dimiliki. Bahkan jumlah kecerdasan emosional harus mencapai 80% dan kecerdasan intelektual Anda hanya dibutuhkan sekitar 20%. Jadi agen asuransi yang baik sudah tentu harus memiliki kecerdasan emosional yang tinggi. Beberapa tindakan yang berhubungan dengan kecerdasan emosional yaitu empati terhadap klien dan mengerti kondisi keuangan klien. Saat ada klien dengan kondisi keuangan yang tidak stabil dan memohon untuk membeli polis yang mahal, itulah tugas Anda untuk menjelaskan kepada klien bahwa mereka akan mengalami kesulitan saat akan melakukan pembayaran polis yang mereka inginkan. Ingatlah bahwa keinginan klien terkadang bukanlah hal yang dibutuhkan oleh klien.

4. Jujur

Saat seorang agen bertindak tidak jujur, secara tidak langsung telah menghancurkan reputasi perusahaan asuransi tempat dia bekerja. Orang dengan karakter tidak jujur tidak akan pernah mendapatkan penghormatan maupun kepercayaan dari para kliennya. Saat semakin sedikit klien yang mau menggunakan jasa melalui agen tidak jujur, itu akan membuat agen tersebut tidak dapat bertahan lama dalam perusahaan asuransi tempat ia bekerja. Namun saat seorang agen jujur terhadap kliennya, klien akan menjadi semakin percaya dengan agen tersebut dari hari ke hari.

5. Hindari Penggunaan Bahasa Tidak Formal

Bahasa Slang atau tidak formal hanya bisa digunakan kepada orang yang sebaya dengan Anda dan tidak boleh digunakan dalam dunia kerja. Dalam dunia kerja, saat seseorang menggunakan bahasa yang tidak formal ia akan terlihat seperti tidak sopan dan tidak profesional. Jika Anda ingin memenangkan kepercayaan dan hati para klien, gunakanlah bahasa yang formal.

6. Berpakaian Rapi

Seseorang akan menilai Anda dari penampilan Anda saat pertama kali bertemu dengan Anda. Apakah Anda orang yang cukup serius dan profesional, sehingga mereka bisa mempercayakan uang mereka kepada Anda. Ataukah Anda orang yang sembrono dan terlihat ceroboh, sehingga mereka enggan untuk membeli polis melalui Anda. Semua itu pertama kali dinilai melalui penampilan Anda sebagai agen asuransi. Berpakaianlah yang pantas sehingga Anda terlihat lebih profesional saat berhadapan dengan klien. Penampilan Anda dapat meyakinkan klien bahwa Anda akan bersungguh – sungguh melakukan tanggung jawab yang dititipkan oleh para klien kepada Anda.

7. Belajar dari Agen Asuransi Ahli

Belajarlah sesuatu dari ahlinya, maka Anda juga dapat menjadi ahli seperti mereka. Perlu Anda pahami bahwa seorang agen asuransi yang baik selalu up to date mengenai dunia teknologi dan sosial media. Teknologi telah berperan mengubah iklim bisnis menjadi berbeda. Teknologi menjadi terlihat lebih pintar dan semakin banyak orang percaya. Kuasailah teknik penggunaan teknologi dan sosial media untuk dapat menunjang karir Anda. Alangkah baiknya bila sosial media digunakan untuk menjalin komunikasi dengan para klien.

8. Selalu Antusias

Bersikaplah antusias mengenai kondisi yang dialami para klien. Dengan bersikap antusias, Anda dapat menampakkan suasana penuh semangat dan menularkannya kepada klien Anda. Jika Anda lebih muda dibandingkan dengan klien Anda, usahakan agar terlihat lebih elegan dan sopan kepada mereka. Saat Anda menunjukkan antusias yang dibalut dengan kesopanan, dapat dipastikan Anda bisa memenangkan perhatian mereka dan membuat mereka mau membeli produk Anda.

9. Ikuti Perkembangan Pasar

Jika Anda akan menarik perhatian klien yang bermain saham, Anda perlu untuk mempelajari saham dan memperhatikannya setiap waktu. Namun Anda tidak perlu untuk menjadi ahli di bidang persahaman untuk menarik perhatian klien yang bermain saham. Anda hanya perlu untuk mengetahui saham dan gunakan untuk menanyakannya kepada klien agar mereka tertarik untuk membeli polis Anda. Jika Anda memahami saham, pertanyaan yang Anda ajukan akan terlihat berkualitas dan mampu menarik perhatian mereka. Setelah Anda menanyakan apakah mereka bermain saham, tanyakan sektor manakah menurut Anda yang akan menjadi bagus di kloter berikutnya. Namun Anda perlu membatasi diri untuk tidak memilih salah satu saham suatu perusahaan agar Anda tidak terlihat tidak berpengalaman di saham saat Anda menghadapi klien yang sudah bermain saham selama bertahun – tahun.

10. Tanyakan Masa Depan Anak Konsumen

Saat Anda hendak menjual polis kepada konsumen yang lebih tua, usahakan untuk mencari tahu apakah mereka memiliki anak atau tidak. Jika ternyata mereka memiliki anak cari tahu lebih lanjut mengenai umur anak mereka dan tanyakan secara antusias mengenai anak mereka. Pertanyaan mengenai anak mereka akan membuat konsumen berpikir mengenai orang yang mereka cintai yaitu anak mereka. Hal tersebut akan membuka kesempatan Anda menawarkan kepada mereka dan meyakinkan bahwa polis yang berkaitan dengan anak mereka akan sangat membantu demi masa depan anak mereka.