3 Perlindungan Asuransi yang sebaiknya dimiliki perempuan

Kita telah mengetahui bahwa baik pria maupun wanita sama-sama perlu asuransi. Bahkan sebenarnya wanita memiliki lebih banyak risiko dalam hidupnya dibandingkan dengan pria.

Perlindungan asuransi yang perlu dimiliki oleh wanita 635x478 » 3 Perlindungan Asuransi yang sebaiknya dimiliki perempuan
Perlindungan asuransi yang perlu dimiliki oleh wanita (Ilustrasi/deviantart)

Jika Anda seorang wanita yang ingin memiliki asuransi, maka pastikan bahwa risiko yang hanya khusus bagi wanita itu terlindungi.

Ya, asuransi memang diperuntukkan bagi siapa saja, pria atau wanita, namun pada kenyataannya wanita memerlukan perlindungan terhadap risiko khusus yang tidak dialami oleh pria, seperti proses melahirkan, risiko terkena kanker serviks, dan kanker pa*yu*da*ra.

Baca juga:* 5 Alasan wanita single harus memiliki asuransi

Seperti kita ketahui bahwa saat ini belum ada asuransi yang mengkhususkan pada asurani melahirkan, asuransi bagi penderita kanker serviks, atau asuransi bagi penderita kanker pa*yu*da*ra, namun kalau ada, itu akan tercover dalam asuransi kesehatan. Nah, bagi Anda yang ingin mengambil asuransi kesehatan, sebaiknya periksa apakah asuransi tersebut memiliki fasilitas untuk risiko-risiko tersebut.

Untuk itu, sebelum menandatangani atau membeli polis asuransi kesehatan, sebaiknya periksa apakah mencakup hal-hal tersebut, walaupun asuransi itu diberikan oleh perusahaan tempat Anda bekerja.

Selain memeriksa manfaat asuransi kesehatan apa saja yang diberikan, jangan lupa, ketahui pula prosedur cara klaim dan pencairan asuransinya. Dan Jika Anda wanita, inilah 3 Perlindungan Asuransi yang sebaiknya dimiliki dan harus kita cek seperti dikutip dari Liputan6.com:.

1. Asuransi Perlindungan untuk Melahirkan

Meskipun tidak semua wanita diberikan karunia untuk melahirkan, namun secara umum kodrat wanita itu melahirkan, dan bagi wanita yang memutuskan untuk membina keluarga kemudian memiliki anak, maka perlindungan asuransi untuk proses melahirkan sangatlah diperlukan.

Apalagi bagi Anda pasangan muda atau baru menikah yang sedang merencanakan keuangan masa depan. Anda mungkin akan bertanya, siapa yang lebih dahulu memiliki proteksi? Idealnya memang dua-duanya. Namun, bila Anda merupakan pasangan yang memutuskan untuk memiliki buah hati, maka wanitalah yang pertama memiliki risiko pertama karena akan melahirkan.

Mengapa melahirkan dianggap sebagai risiko? Sebab proses melahirkan berhadapan dengan risiko kematian dan juga kelainan yang mungkin terjadi akibat melahirkan.

Berdasarkan Survei Demografi dan Kesehatan Indonesia (SDKI) 2012, rata-rata angka kematian ibu (AKI) tercatat mencapai 359 per 100 ribu kelahiran hidup. Rata-rata kematian ini jauh melonjak dibanding hasil SDKI 2007 yang mencapai 228 per 100 ribu.

Walau beberapa pihak masih ada yang menolak pada hasil survei ini, namun dapat disimpulkan bila perlindungan terhadap risiko melahirkan sangat diperlukan.

Terkait asuransi, biasanya perlindungan dan tunjangan untuk melahirkan menempel pada paket yang disediakan oleh asuransi kesehatan. Bagaimana cara mengecek kalau perlindungan proses melahirkan ini masuk dalam asuransi Anda?

Umumnya, paket perlindungan untuk melahirkan ini ada pada asuransi yang disediakan untuk perusahaan. Kebijakannya pun berbeda-beda. Ada perusahaan yang memberikan asuransi kesehatan berdasarkan nilai dari kamar (rawat inap) ketika melahirkan di rumah sakit.

Ada perusahaan yang memberikan tunjangan melahirkan dengan menentukan batas maksimum biaya yang dikeluarkan. Maksudnya, bila batas maksimum yang diberikan ialah Rp 10 juta, namun ketika dana yang Anda habiskan di saat melahirkan sebesar Rp 15 juta, maka Anda wajib membayar sisanya.

Bagaimana jika asuransi yang Anda miliki adalah asuransi pribadi? Jangan takut, sebab beberapa asuransi sudah ada yang menjual tambahan tunjangan untuk dana melahirkan ini. Namun, premi yang akan dibayarkan tentunya akan lebih tinggi dibandingkan jika hanya membeli asuransi kesehatan murni untuk rawat inap saja.

Di sini pentingnya untuk memperhitungkan selisih antara premi asuransi kesehatan murni dengan tunjangan melahirkan, dan yang tanpa tunjangan.

Jika cukup besar selisihnya, atau secara finansial membuat beban lebih berat, maka Anda harus mempertimbangkan alternatif lain selain menambah tunjangan melahirkan tersebut.

Banyak penyedia asuransi di Indonesia yang sudah menyediakan paket-paket perlindungan untuk melahirkan ini. Dengan begitu, Anda dengan mudah melakukan proses perbandingan terhadap paket perlindungan asuransi yang sesuai untuk kebutuhan Anda.

2. Asuransi Perlindungan Kanker Serviks

Bukan bermaksud menakuti, namun beberapa penelitian membuktikan wanita lebih rentan terkena penyakit kritis.

Berdasarkan data Yayasan Kanker Indonesia (YKI) tahun 2013, saat ini perempuan Indonesia rentan untuk terserang 44 penyakit kritis; seperti kanker serviks, kanker pa*yu*da*ra, jantung, dan stroke.

Khusus untuk kanker serviks, fakta menyebutkan bahwa setiap hari ada 40 wanita Indonesia yang terkena kanker serviks. Kanker serviks merupakan kanker yang menyerang bagian organ reproduksi wanita.

Pada konferensi “An Update On Comprehensive Cardiovascular and Cancer Health Care Delivery Service” yang diselenggarakan 2014 lalu, diungkapkan dalam persentase kanker servik stadium 3A, Indonesia memiliki jumlah persentase 78 persen dibanding Jerman yang hanya 8 persen. Angka itu dihitung dari jumlah penderita kanker serviks secara keseluruhan dari stadium 1A hingga 4B.

Tidak salah bila pemerintah melalui Peraturan Menteri Nomor 7 Tahun 2013 tentang Asuransi Pelayanan Kesehatan Nasional, menempatkan kanker serviks menjadi prioritas ketiga setelah diabetes mellitus tipe dua dan hipertensi untuk mendapatkan asuransi dari pemerintah.

Beberapa perusahaan asuransi swasta pun saat ini membuat kebijakan penuh untuk memberi jaminan perlindungan serta pengobatan secara penuh kepada nasabahnya untuk berbagai penyakit kanker sejak awal terdeteksi sampai tingkat stadium tinggi.

Jadi, cobalah untuk mengecek kembali perlindungan asuransi yang akan dan telah Anda miliki, mencakup perlindungan untuk risiko penyakit kritis ini.

3. Asuransi Perlindungan Kanker Pa*yu*da*ra

Selain kanker serviks, kanker pa*yu*da*ra juga menjadi salah satu penyakit kritis yang mengkhawatirkan bagi wanita. Bahkan, kini kanker pa*yu*da*ra menjadi penyebab kematian wanita nomor 1 di Indonesia, dan 1 dari 8 wanita Indonesia berisiko terkena kanker pa*yu*da*ra.

Menurut data Kementerian Kesehatan 2013, kasus tertinggi untuk kanker pa*yu*da*ra dan kanker leher rahim (serviks). Selain itu, jumlah pasien rawat jalan maupun rawat inap karena kanker pa*yu*da*ra mencapai 12.014 orang dan kanker serviks sebanyak 5.349 orang.

Badan kesehatan dunia WHO juga mengungkapkan, sekitar 8-9 persen wanita akan mengalami kanker pa*yu*da*ra. Hal itu menjadikan kanker pa*yu*da*ra sebagai jenis kanker yang paling banyak ditemui pada wanita.

Lalu, bagaimana Anda bisa mengecek bahwa perlindungan asuransi Anda mencakup perlindungan kanker pa*yu*da*ra ini? Beberapa asuransi memiliki perlindungan penyakit kritis ini, namun ada pula yang tidak. Untuk itu, coba Anda tanyakan kembali, apakah asuransi yang akan dan sudah Anda miliki terdapat perlindungan penyakit kritis ini.

Dengan penjelasan risiko-risiko yang dihadapi oleh wanita seperti di atas, Anda tentu harus bertanya sendiri, apa jadinya bila Anda tidak memiliki perlindungan atau asuransi yang dapat memberikan perlindungan yang sesuai?

Anda memang tidak bisa meramalkan dengan pasti kapan akan mengalami risiko tersebut, atau betulkah akan mengalami risiko tersebut, serta kerugian atau risiko yang mungkin terjadi. Namun, Anda juga harus mengantisipasi kerugian uang yang mungkin muncul akibat risiko itu.

Demikianlah 3 Perlindungan Asuransi yang sebaiknya dimiliki oleh wanita, semoga bermanfaat.