4 Kerugian Utama Jika Kamu Tidak Ikut Asuransi

tak punya asuransi 635x423 » 4 Kerugian Utama Jika Kamu Tidak Ikut Asuransi
Kerugian tidak punya asuransi (Ilustrasi/pixabay)

Asuransi akhir-akhir ini menjadi salah satu kebutuhan penting bagi masyarakat modern dan perkotaan. Di kampung-kampung jarang sekali dijumpai asuransi. Secara umum, asuransi merupakan sebuah perlindungan terhadap harta dan jiwa dari berbagai kemungkinan hal yang tidak diharapkan.

Bisa dikatakan asuransi merupakan pihak yang bersedia menangani risiko dalam hidup seseorang. Dimana asuransi berfungsi menutup dan mengendalikan ketika berbagai hal buruk terjadi atau menimpa diri.

Dalam hidup memang tidak bisa dipungkiri bahwa kita akan mengalami sesuatu yang mendadak, di luar perkiraan dan hal-hal tertentu yang mungkin hampir tidak pernah kita duga akan menimpa kita baik itu meliputi kesehatan, nyawa, harta benda dan sebagainya. Perlindungan ini tentunya tidaklah diberikan secara cuma-cuma oleh penyedia asuransi tetapi seseorang harus mengeluarkan sejumlah uang secara rutin dalam beberapa waktu yang dikenal dengan istilah premi.

Nah, asuransi berperan penting dalam keadaan mendadak dan tak diduga tersebut. Itulah mengapa semakin hari peminat asuransi semakin meningkat lantaran asuransi menjadi perlindungan. Banyak orang yang mengibaratkan orang yang memiliki asuransi seperti seseorang yang menyiapkan payungnya sebelum hujan sehingga tidak basah dan sakit.

Meski beberapa pihak terus gencar melakukan kampanye akan pentingnya asuransi, tetap saja banyak masyarakat yang enggan untuk bergabung dengan asuransi. Banyak alasan yang mereka kedepankan seperti buang-bunga uang saja, merasa punya tabungan hari tua yang cukup atau merasa sehat dan bugar.

Bisakah mereka menjamin hal tersebut? Bagaimana jika sesuatu terjadi sedangkan kita tidak punya pegangan apa-apa? Asuransi memang sebuah pilihan dan tergantung pada pertimbangan masing-masing individu. Memang sebagian orang hidupnya lancar-lancar saja tanpa asuransi. Akan tetapi, ada juga orang yang sangat berterima kasih dan terbantu berkat asuransi.

Jika kamu bukanlah keluarga kaya raya tujuh keturunan, sering sakit-sakitan atau percaya bahwa kamu bisa saja tertimpa musibah sewaktu-waktu, memiliki asuransi merupakan salah satu perencanaan dan untuk berjaga-jaga. Jika tidak, beberapa hal berikut ini mungkin akan terjadi pada kamu sekeluarga.

4 Kerugian Utama Jika Kamu Tidak Ikut Asuransi

  1. Meningggal, kelangsungan hidup keluarga terancam

Sehati-hati apapun kita dalam hidup, kita tak pernah tahu bahaya apa yang mungkin mengancam kehidupan. Entah itu penyakit yang datang tiba-tiba sehingga merenggut jiwa. Entah itu kecelakaan yang tidak diduga-duga, korban kriminalitas serta hal lainnya yang merenggut jiwa. Apa yang kita takutkan ketika hal tersebut datang? Tentu saja keluarga. Apalagi kalau kita adalah tulang punggung dalam keluarga.

Kematian kita bukan hanya menyisakan kepedihan karena kehilangan orang tercinta, namun juga meninggalkan beban bagaimana mereka bisa bertahan hidup karena kita sudah tidak lagi ada. Asuransi jiwa adalah antisipasi terhadap kemungkinan buruk tersebut. Saat hal tersebut datang, maka kita bisa meninggalkan sedikit warisan untuk keluarga kita. Bagaimana jika kita meninggal dan tidak meninggalkan apa-apa untuk keluarga?

2. Sakit tiba-tiba, kesulitan dana

Banyak yang menolak ikut bergabung dengan asuransi, terutama bagi mereka yang masih muda. Mereka merasa bahwa mereka sehat-sehat saja. Mereka merasa bahwa mereka bisa menjamin untuk hidup sehat sehingga mereka tidak akan berisiko terkena penyakit. Bisakah kamu menjamin hal tersebut? Sekarang kamu mungkin memang masih muda sehingga kamu bisa menjamin tidak akan diserang penyakit. Bagaimana jika sudah lanjut usia nanti? Siapa yang bisa menjamin kamu bisa sehat sepanjang usia.

Penyakit tidak hanya bisa datang karena gaya hidup tetapi juga bisa disebabkan oleh faktor-faktor lain, kecelakaan misalnya. Siapa tahu nanti ada sebuah kecelakaan yang menyebabkanmu harus masuk rumah sakit, sementara di saat itu kamu tidak punya keuangan yang cukup untuk biaya rumah sakit. Kamu tidak punya asuransi kesehatan. Apa yang bisa kamu lakukan? Pinjam sana sini?

3. Sakit, butuh biaya, tabungan terkuras

Anggaplah kamu punya tabungan. Bukankah sangat sayang jumlah besar tabunganmu harus dikeluarkan untuk biaya rumah sakit? Tabungan yang mungkin kamu persiapakan untuk hal lain akan habis seketika. Tidak hanya untuk membeli sesuatu yang kamu targetkan, namun bisa jadi tabungan tersebut adalah tabungan yang kamu niatkan untuk pendidikan anakmu kelak? Atau tabungan untuk naik haji? Tabungan untuk mendirikan usaha. Bukankah akan sangat sayang jika sejumlah besar uang tersebut harus habis untuk biaya rumah sakit?

Dalam kehidupan, di sinilah peran penting dari asurasi. Payung sebagai alat pelindung tidak hanya sudah kita miliki tetapi juga selalu ada menyertai kita di berbagai situasi. Jadi, kita tak perlu lagi takut basah. Sebagaimana diketahui, basah juga bisa menimbulkan penyakit dan menganggu kesehatan. Artinya, dengan bantuan asuransi orang tidak akan mengalami tekanan dan stres berat. Setidaknya sedikit lega dan ketakutan berkurang. Bukankah hal ini merupakan suatu jaminan keamanan fisik dan non fisik?

4. Pendidikan anak tidak terjamin

Salah satu tanggung jawab terbesar kita terhadap anak adalah menyekolahkan mereka hingga mendapatkan pendidikan yang layak dan tinggi. Setiap anak layak mendapatkan pendidikan setinggi mungkin. Bisakah kita menjamin hal tersebut?

Sekarang mungkin kita santai karena anak baru mau masuk SD, SMP, ataupun SMA sehingga biayanya tidak begitu tinggi. Berbeda halnya di perguruan tinggi. Biaya kuliah bukanlah biaya yang bisa dibilang ringan. Oke, anggaplah kamu punya pekerjaan tetap, punya perusahaan yang bonafit sehingga cukup untuk membiayai biaya pendidikan anak setinggi mungkin. Tapi seperti sering disinggung di atas? Siapa yang bisa menjamin keuangan akan selalu aman? Siapa yang menjamin kamu tetap dipekerjakan nanti dan gajinya selalu baik serta posisi terus naik?

Sesuatu yang buruk bisa saja terjadi, bangkrut, krisis moneter serta hal buruk lainnya. Apakah hal tersebut lantas menyurutkan niat kita untuk membatalkan pendidikan anak-anak kita? Bukankah hal tersebut akan sangat melukai hatinya yang mungkin menggebu ingin mendapatkan pendidikan setinggi mungkin.

Nah, asuransi pendidikan sangat berperan dalam hal ini. Membayar premi yang ringan setiap bulan bukanlah hal yang berat apalagi jika keuanganmu sangat stabil dan baik. Dengan mendaftarkan anak pada asuransi pendidikan, maka pendidikannya akan terjamin.

5. Kehilangan harta benda dan property

Selama ini kamu sekeluarga mungkin sudah memiliki berbagai harta benda dari hasil bekerja keras. Kamu punya rumah, mobil, emas batangan yang banyak dan sebagainya. Mungkin suatu ketika kamu mengalami musibah seperti kecelakaan, ditipu dan dicuri oleh maling, rumah mengalami korsleting listrik, kebakaran, gempa, banjir, angin topan serta hal-hal buruk lainnya.

Kalau harta benda kamu tidak diasuransikan, semuanya akan lenyap begitu saja. Jika kamu menjadi korban bencana alam, mungkin kamu sudah tidak memiliki apa-apa dan hanya menunggu uluran tangan dari sesama. Berapa beban hidup yang akan kamu tanggung? Sebaliknya, jika kamu punya asuransi, ketika kamu ditimpa bencana paling tidak kamu masih punya beberapa harta untuk membantu membangun hidup yang baru kembali.

Nah, setelah mengetahui hal di atas, apa kamu masih enggan untuk ikut asuransi? Biaya premi perbulan yang relatif rendah akankah jadi penghalang demi mendapatkan jaminan keamanan yang tiada ternilai harganya?