5 Anggapan Keliru Tentang Asuransi Berlabel All Risk

Saat ini juga sudah banyak asuransi yang menawarkan pertanggungan dana untuk mengganti berbagai risiko. Asuransi tersebut berlabel all risk agar bisa membagi penawaran semua risiko untuk asuransi. Dengan asuransi all risk menjaring orang beranggapan asuransi tersebut bisa menanggung semua risiko yang terjadi.

Asuransi all risk 635x352 » 5 Anggapan Keliru Tentang Asuransi Berlabel All Risk
Asuransi all risk (Ilustrasi/istockphoto)

Sebelum memilih asuransi berlabel all risk, Anda perlu memperhatikan asuransi tersebut, karena tidak sepenuhnya pihak asuransi memberi tanggungan terhadap semua risiko. Misalnya saja, jika Anda menginginkan asuransi all risk untuk mobil atau kendaraan lainnya, tidak menjamin pihak asuransi bisa menanggung risiko mobil dan orangnya ketika terjadi kecelakaan.

Dari sinilah kesalahan anggapan orang yang biasa terjadi terhadap asuransi berlabel all risk. Anda perlu memperhatikan premi yang dikeluarkan kepada pihak asuransi. Jangan sampai premi yang dikeluarkan lebih besar dari pada pertanggungan pihak asuransi untuk memberikan pertanggungan.

Jangan termakan label all risk ketika Anda ingin mendaftar asuransi. Anda perlu memahami 5  hal tentang asuransi berlabel all risk. Berikut ini kita ambil contoh untuk asuransi mobil seperti dikutip dari www.cermati.com:

1. All Risk bisa Jadi Nilai Tambah dalam Menjual Kendaraan

Anggapan inilah yang keliru. Asuransi tidak bisa dipindahtangankan jika mobil tersebut ada catatan polis asuransi. Polis akan hilang dengan sendirinya ketika mobil itu dijual. Hal inilah yang tentu bisa merugikan Anda. Apalagi jika Anda belum mengajukan klaim untuk asuransi mobil tersebut. Segeralah ajukan negosiasi kepada perusahaan asuransi sebelum mobil dijual atau batalkan asuransi tersebut.

2. Mempunyai Produk Asuransi All Risk Lebih dari Satu

Cara ini dilakukan untuk mendapatkan keuntungan yang lebih dengan asuransi produk yang dimiliki. Alih-alih Anda bisa mendapatkan klaim dobel untuk setiap produknya. Justru cara ini keliru dan jelas membuang-buang uang. Meskipun Anda mempunyai dua produk asuransi tentu tidak bisa mendapatkan klaim dari kedua produk tersebut.

3. Premi Asuransi Produk Bekas Lebih Murah Dibandingkan Produk Baru

Anggapan ini juga keliru. Perusahaan asuransi tidak membedakan premi untuk produk bekas dan baru. Harga premi yang harus dibayarkan sesuai dengan ketentuan yang berlaku saat ini. Jadi, premi asuransi untuk produk bekas dan produk baru akan sama saja. Hal ini yang perlu Anda perhatikan, bahwa pihak asuransi tetap akan menetapkan dengan ketentuan saat ini dan pertanggungan yang diberikan juga akan sama saja.

4. Asuransi All Risk Juga Sudah Meng-cover Hingga Aksesoris

Penawaran ini tergantung dari pihak asuransi. Tidak semua asuransi meng-cover aksesoris produk asuransi sepenuhnya. Tergantung penawaran dari perusahaan asuransi akan meng-cover aksesoris apa saja. Jika sudah ditetapkan beberapa saja aksesoris yang masuk jaminan maka yang lainnya tidak berlaku.

Agar Anda tidak terjebak atau kecewa atas penawaran asuransi tersebut, sebaiknya Anda menanyakan terlebih dahulu jika akan menggunakan aksesoris dengan label all risk. Tanyakan secara detail aksesoris apa saja yang masuk dalam jaminan untuk disesuaikan dalam kebutuhan Anda.

5. Jaminan pada Pihak Ketiga

Anggapan inilah yang sering terlihat ketika tergoda dengan asuransi berlabel all risk. Tentu saja keliru, perusahaan asuransi tidak akan menanggung hingga pihak ketiga.

Jika Anda menginginkan pihak asuransi bisa memberi jaminan pihak ketiga, maka Anda harus mengajukan jaminan perluasan polis asuransi. Tentu, harga premi yang perlu dibayar juga akan bertambah. Hal inilah yang perlu diperhatikan ketika Anda memilih asuransi berlabel all risk. Pihak asuransi hanya akan menanggung risiko kerusakan produk asuransi Anda saja. Maka, lebih teliti ketika mendapat penawaran asuransi dengan label all risk.

Anggapan keliru yang lain tentang Asuransi All Risk

Dari penjelasan di atas menunjukkan kesalahan tafsir untuk asuransi berlabel all risk masih sering terjadi. Untuk itu, untuk mendapatkan pertanggungan yang tepat dengan kebutuhan Anda, perhatikan kembali penawaran dan jaminan yang diberikan oleh pihak asuransi. Jangan sampai tertipu oleh penawaran marketing atau agen asuransi yang memang terkadang sangat manis tapi kenyatannya sangat jauh dari harapan. (Sumber: Liputan6.com)

Demikianlah 5 Anggapan Keliru Tentang Asuransi Berlabel All Risk, semoga bermanfaat.