6 Alasan Mengapa Seseorang Lebih Memilih Asuransi Syariah

Setiap orang pasti menginginkan perlindungan yang tepat bagi diri dan keluarga. Oleh karenanya mereka sangat berhati-hati dalam memilih perlindungan diri. Dengan membandingkan besaran premi, manfaat yang didapat, masa asuransi serta berbagai sistem produk asuransi adalah langkah yang tepat ketika sebelum memutuskan untuk membeli asuransi. Saat ini, orang-orang sudah mulai pintar dalam berasuransi, mereka tidak menyerahkan begitu saja kepada agen.

Banyak sekali produk asuransi yang terkadang membuat kita bingung dalam memilihnya. Tetapi sebagai nasabah kita pasti ingin mendapatkan perlindungan dengan lingkup yang diinginkan serta pembayaran premi yang pas di kantong. Tentukanlah mana yang akan anda pilih apakah asuransi konvensional ataupun asuransi syariah. Walau mempunyai manfaat sama, tetapi mempunyai sistem yang berbeda. Entah mengapa sekarang ini, beberapa orang lebih suka dengan asuransi berbasis syariah. Mungkin karena alasan di bawah ini :

6 Alasan Mengapa Seseorang Lebih Memilih Asuransi Syariah

asuransi1 635x635 » 6 Alasan Mengapa Seseorang Lebih Memilih Asuransi Syariah
Alasan memilih asuransi syariah (Ilustrasi)

1. Adanya DPS atau Dewan Pengawas Syariah

Asuransi Syariah mempunyai DPS (Dewan Pengawas Syariah) yang tugasnya adalah mengawasi seluruh produk yang dipasarkan serta pengelolaan dana investasi yang dilakukan oleh perusahaan asuransi. Tentu saja, nasabah lebih yakin lagi untuk menunjuk asuransi syariah sebagai proteksi diri yang tepat. Sebab, dewan pengawas tidak ada di asuransi konvensional. Dewan pengawas akan menghukum perusahaan asuransi yang menjalankan prosesnya tidak sesuai dengan basis syariah. DPS merupakan jaminan keyakinan bagi setiap orang yang memilih asuransi syariah.

2. Asuransi Syariah sistemnya tolong-menolong

Asuransi syariah mempunyai sistem yang lebih manusiawi dan meringankan beban para nasabahnya yaitu berdasarkan tolong menolong. Konsep yang diberlakukan merupakan sistem donasi atau hibah. Maksudnya, anda dapat mendonasikan sebagian atau seluruh kontribusi anda untuk orang lain atau nasabah asuransi syariah yang mengalami musibah. Kemudian dana anda akan diolah oleh perusahaan asuransi untuk dihibahkan kepada pihak nasabah yang mengalami musibah. Tentu hal ini tidak bisa kita temukan dalam asuransi konvensional. Jadi, dalam asuransi syariah, perusahaan asuransi tugasnya hanya mengelola dana hibah untuk nasabah yang membutuhkan.

3. Konsep Asuransi Syariah lebih detail

Semua proses yang ada dalam asuransi syariah dirasa lebih jelas dan lengkap. Konsumen akan memilih produk yang memberikan jaminan dengan jelas atas proses atau tata cara yang dijalankan dalam produk asuransi tersebut. Kejelasannya membuat nasabah tak ragu menggantungkan harapannya kepada asuransi syariah. Berikut ini penjelasannya :

  • Asuransi berbasis syariah jelas tentang untung ruginya. Saat memilih produk ini akan dijelaskan tentang untung dan ruginya mempunyai asuransi syariah. Sehingga, sebagai nasabah kita akan siap menerima resiko yang terjadi.
  • Asuransi berbasis syariah tidak memiliki niat untuk mengambil keuntungan yang besar bagi kepentingan perusahaan maupun salah satu pihak. Asuransi yang menghindari riba saat dijalankan, semua yang berjalan akan dipikirkan bersama untuk keuntungan semua pihak yang berasaskan tolong-menolong.
  • Asuransi berbasih syariah selalu berusaha agar tidak menimbulkan perdebatan atau memancing permusuhan antar semua pihak yang terkait, baik pihak perusahaan maupun pihak nasabah. Sebab, tugas perusahaan asuransi syariah adalah menyimpan dan mengelola dana, bukan semata mendapatkan keuntungan saja. Perusahaan lebih memperhatikan kebaikan bagi perusahaan, nasabah, serta semua pihak yang terkait dalam hal ini.

4. Kepemilikan dana asuransi syariah adalah sepenuhnya hak peserta

Dana atau premi yang anda setorkan kepada pihak asuransi adalah sepenuhnya hak anda. Pihak perusahaan tidak mempunyai hak atas dana tersebut, apalagi sampai menggunakannya untuk hal-hal yang menguntungkan perusahaan. Perusahaan asuransi syariah hanyalah pemegang amanah dari para nasabahnya untuk mengelola dana tersebut.

5. Tidak mengenal sistem dana hangus dalam mekanismenya

Asuransi syariah tidak akan mengambil hak anda ketika anda tidak bisa membayar premi di tengah jalan. Mereka akan tetap mengembalikan dana anda yang telah disetorkan ke perusahaan, saat anda tidak mampu melanjutkan pembayaran premi ataupun mengundurkan diri sebelum masa kontrak habis. Kecuali dana kecil yang sudah dimaksudkan untuk tabarru’. Jadi, anda bisa merasa tenang, aman, dan nyaman ketika berasuransi yang berbasis syariah. Anda tidak mengalami kerugian besar meski tidak dapat melanjutkan kerja sama proteksi dengan perusahaan asuransi.

6. Pembagian keuntungan berdasarkan prinsip bagi hasil yang porsinya telah disepakati bersama

Mungkin selama ini anda berasuransi yang dengan memperhatikan besarnya premi dan uang pertanggungan saja. Tanpa tahu hasil dari dana anda yang diputar perusahaan. Hal ini tidak terjadi apabila anda memilih asuransi syariah karena keuntungannya akan dibagi untuk perusahaan dan nasabah berdasarkan prinsip bagi hasil dengan presentase yang telah disepakati bersama. Semuanya dilaksanakan secara terbuka dan jelas, bagi perusahaan maupun nasabah asuransi mengetahui seluruh proses yang dijalankan perusahaan.

Setelah mengetahui alasan di atas mungkin anda sudah mampu menentukan pilihan anda untuk memproteksi diri dan keluarga. Bukan hanya proteksi yang nantinya anda dapatkan, tetapi di asuransi syariah anda juga mendapatkan keamanan dalam hal keuangan. Selain itu, anda juga dapat berguna untuk sesama yang membutuhkan pertolongan. Karena asuransi syariah menjalankan semua sistemnya menganut nilai islami, pasti lebih menerapkan norma kejujuran, dapat dipercaya dan tidak ada niat mengakali nasabahnya.

Lantas perusahaan mana yang menawarkan asuransi berbasis syariah? Jangan lupa Periksa kelengkapan administrasinya dan reputasi perusahaan tersebut supaya anda tidak menyesal membeli asuransi di perusahaan tersebut. Sebab, setiap perusahaan asuransi syariah mempunyai ketentuan, cara serta proses yang berbeda dalam menjalankan kinerja asuransinya. Beberapa perusahaan asuransi konvensional juga ada yang membuka produk asuransi berbasis syariah. Memang kedua jenis asuransi ini sering berdampingan tetapi cara pengelolaannya sangat berbeda.