6 Kesalahan Ketika Berasuransi dan Solusi Untuk Menghindarinya

Membeli asuransi tidak semudah membeli pisang, belum tentu tampilannya baik, kondisi dalamnya baik pula. Ingin hati mendapatkan proteksi dengan asuransi, tapi nyatanya proteksi yang didapatkan tidaklah maksimal, bahkan justru membuat penyesalan. Anda perlu teliti dan hati-hati dalam membeli asuransi memperhatikan semua unsur-unsur di dalamnya dengan jelas. Anda butuh pertimbangan serta perhitungan yang tepat sesuai apa yang anda butuhkan.

Kebanyakan orang salah dalam mengambil asuransi, ini disebabkan karena ketidaktahuan mengenai produk asuransi dan sebagian lainnya karena kesalahan agen yang kurang jelas memberikan informasi kepada nasabahnya. Terkadang daripada banyak bicara dan membuang waktu dengan agen membuat kita malas bertanya. Padahal hal itu merupakan kesalahan besar, diam kita mampu jadi boomerang bagi diri sendiri.

Di bawah ini kesalahan yang sering dilakukan seseorang ketika berasuransi dan solusi untuk menghindarinya:

6 Kesalahan Ketika Berasuransi dan Solusi Untuk Menghindarinya

kesalahan berasuransi 635x423 » 6 Kesalahan Ketika Berasuransi dan Solusi Untuk Menghindarinya
Kesalahan dalam berasuransi (Ilustrasi/pixabay)
  1. Terlalu lama memutuskan untuk mulai berasuransi

Karena kehidupan yang diarungi selama ini baik-baik saja, tak ada peristiwa yang buruk terjadi, membuat seseorang malas membeli asuransi. Memang di masa muda kondisi tubuh masih kuat, daya tahan tubuh masih baik serta semua organ tubuhpun berjalan dengan semestinya. Hal itu yang membuat beberapa orang memutuskan untuk berasuransi ketika sudah sakit saja atau saat telah usia lanjut. Jika memang begitu harga polis akan sangat mahal, karena perusahaan asuransi tidak mau mengambil risiko bila terjadi kematian dalam kurun waktu kurang dari 2 tahun.

Solusi :

Sebaiknya membeli asuransi kala masih muda dan sehat walafiat. Jangan tunda hingga usia lanjut atau saat sakit, sebab kita tidak pernah tahu yang terjadi esok hari.

2. Memilih proteksi yang terlalu minim

Kesalahan besar yang dilakukan nasabah asuransi selanjutnya adalah karena malas menghitung besarnya proteksi, jadi salah memilih jenis perlindungan. Untuk hal ini sebaiknya nasabah harus teliti dan mau ribet, jangan hanya nurut saja kata agen. Sebagai contoh: uang pertanggungan yang didapat nantinya hanya sebesar 300 juta, sementara biaya hidup mencapai 6 juta, bisa diartikan bahwa uang pertanggungan tersebut hanya cukup untuk pemenuhan kebutuhan selama 50 bulan saja. Maka, selanjutnya keluarga yang ditinggalkan mau tidak mau harus bekerja mencari nafkah sendiri untuk bertahan hidup. Tentu proteksi yang dipilih belum mampu memberikan manfaat sepenuhnya.

Solusi :

Hitunglah secara cermat kebutuhan proteksi yang diperlukan. Begitu banyak jenis perhitungan proteksi, anda wajib bisa melakukan perhitungannya. Yang terpenting adalah memperhitungkan budget asuransi dan masa proteksi.

3. Tidak cermat ketika mengisi aplikasi data

Kesalahan berikutnya yang sering terjadi yaitu ada kesalahan ketika nasabah mengisi aplikasi data asuransi. Mungkin nasabah menyembunyikan sebagian fakta dari dirinya, sehingga akibatnya fatal saat mengajukan klaim. Data yang tidak sesuai dengan kenyataan dapat menyebabkan perusahaan menolak pengajuan klaim nasabah. Jangan sekali-kali membuat pernyataan yang tidak benar. Atau karena kerumitan mengisi aplikasi data membuat nasabah pasrah dan menyerahkannya ke agen.

Solusi :

Sebaiknya mengisi data dengan keadaan yang sesuai kenyataan. Walau pahit lebih baik jujur daripada bohong akibatnya klaim ditolak. Apabila malas mengisinya, serahkan kepada agen, kemudian setelah selesai segera periksa kebenaran datanya.

4. Menunjuk anak belum cukup umur sebagai ahli waris

Uang pertanggungan dapat diterima oleh ahli waris setelah berumur 21 tahun atau sudah menikah. Tanpa pikir panjang setiap orang tua pasti menginginkan anak-anak tercantum di daftar ahli warisnya. Padahal hal ini kurang tepat, apabila demikian ketika tertanggung meninggal, maka yang menerima wali dari anak-anaknya. Pernyataan ini disesuaikan dengan pasal 330 Kitab UU hukum perdata, yang dimaksud dengan belum dewasa adalah belum mencapai umur genap 21 tahun dan belum menikah sebelumnya.

Solusi :

Sebaiknya nasabah mencantumkan nama wali dari anaknya, selain dari pasangan jika sudah meninggal pula. Apabila nasabah kurang yakin dari wali anaknya, bisa membuat surat wasiat di depan notaris. Wali bisa dari saudara anda atau pasangan. Tetapi pilih wali yang dapat dipercaya sepenuhnya dan pastikan dia bertanggung jawab memberikan uang pertanggungan asuransi kepada anak anda nantinya. Jika wali seorang yang tidak bertanggung jawab, bisa-bisa anak anda terlantar dan uang pertanggungan tersebut digunakan untuk keperluan wali tersebut.

5. Tidak mengetahui dengan jelas produk asuransi yang dipilih

Kurangnya kesadaran konsumen akan kejelasan semua proses asuransi membuatnya mengalami kerugian besar. Apalagi jika agen asuransi saudara atau teman dekat, terkadang membuat anda pasrah dan menyerahkan semua urusan kepada mereka, sementara anda hanya terima beres saja. Hal ini tentu membuat anda tidak tahu tentang jenis asuransi yang anda ambil, apakah harga premi sesuai dengan uang pertanggungan yang diberikan oleh pihak asuransi?, lantas bagaimana dokumen klaim atau pengajuan klaimnya. Bisa-bisa anda semakin bingung dan bukannya perlindungan yang didapat tetapi kebuntungan. Ingat, penjelasan tentang detil asuransi yang anda pilih sangat diperlukan. Anda perlu mengetahui secara jelas!

Solusi:

Sebelum memutuskan, anda harus mengetahui apa kebutuhan proteksinya, barulah cari produk asuransi yang sesuai kebutuhan anda tersebut. Hindari membeli produk asuransi karena terpaksa atau kasihan terhadap agennya. Karena asuransi bukan main-main imbasnya ke diri anda sendiri nantinya. Jadi, pilih sesuai keinginan sendiri. Kemudian pelajari semua informasi yang terkait dengan produk asuransi yang anda pilih. Konsultasikan apa yang ingin anda ketahui kepada agen, jangan sungkan.

6. Membiarkan keluarga tidak tahu

Kesalahan fatal terakhir adalah nasabah tidak memberitahu kepada keluarganya tentang dia telah mengambil asuransi. Tindakan ini salah besar, sebab jika terjadi kematian kepada nasabah lalu agen tak menghubungi lagi, bisa saja uang pertanggungan tidak sampai ke keluarga pemilik polis. Beberapa perusahaan memberikan tenggat waktu untuk mengajukan klaim, bila melebihi waktu tersebut pihak asuransi berhak menolak pengajuan klaim.

Solusi :

Sebaiknya, ketika mengambil asuransi segera beritahu keluarga. Sehingga saat terjadi peristiwa yang tak terduga, pihak keluarga akan secepatnya menghubungi pihak asuransi untuk mencairkan klaim. Dengan begitu, asuransi anda tidak akan sia-sia belaka.

Demikianlah 6 Kesalahan Ketika Berasuransi dan Solusi Untuk Menghindarinya, semoga bermanfaat.