7 Mitos Tentang Asuransi Jiwa yang Sering Dibahas Oleh Masyarakat

7 Mitos Tentang Asuransi Jiwa yang Sering Dibahas Oleh Masyarakat – Sedikit kesadaran masyarakat tentang produk asuransi beserta proteksi yang diberikannya karena timbulnya dugaan atas kerugian atau keterbatasan dalam menjalankan program asuransi. Masyarakat juga berpikir asuransi merupakan akal-akalan perusahaan saja untuk mendapatkan keuntungan yang besar. Padahal sebenarnya tidak, terkadang apa yang diberikan asuransi kepada nasabahnya melebihi yang diharapkan.

Baik atau tidaknya asuransi tergantung dari perusahaan yang mengelola. Apabila dipegang oleh perusahaan yang reputasinya bagus, tentu uang kita aman dan kehidupan kita nyaman. Beberapa pikiran salah tentang asuransi haruslah diluruskan, agar masyarakat tahu betapa pentingnya asuransi bagi kehidupan diri dan keluarga.

Salah satu diantara produk asuransi adalah asuransi jiwa yang merupakan bagian dari perencanaan keuangan di masa depan. Asuransi jiwa bukan hanya melindungi diri sendiri tetapi juga ahli waris. Banyak jenis produk dari asuransi jiwa, nasabah bisa memilih produk sesuai dengan manfaat pertanggungan yang diinginkan. Misalnya untuk dana pensiun, untuk ditinggalkan kepada ahli waris atau manfaat lainnya. Masyarakat baru akan sadar ketika dia mendapatkan suatu musibah, lalu dia menyesal mengapa tidak membeli asuransi sebelumnya.

Sebagai langkah waspada, supaya anda tidak mengikuti gosip yang belum tentu kebenarannya mengenai asuransi jiwa, maka ada baiknya anda mengenali mitos-mitos tentang asuransi jiwa yang populer di kalangan masyarakat. Dengan anda tahu jadi, tidak begitu saja mempercayai omongan orang yang bisa saja salah. Tapi, lebih baik percaya pada diri sendiri dan cari informasi seakurat mungkin mengenai produk asuransi jiwa yang ingin anda ikuti. Berikut inilah mitos tersebut :

7 Mitos Tentang Asuransi Jiwa yang Sering Dibahas Oleh Masyarakat

asuransi jiwa 635x423 » 7 Mitos Tentang Asuransi Jiwa yang Sering Dibahas Oleh Masyarakat
Mitos seputar asuransi jiwa (Ilustrasi/pixabay)
  1. Yang masih muda dan lajang tidak memerlukan asuransi

Meninggal memang hanya membawa diri sendiri untuk menghadap sang Ilahi. Tetapi bagaimana dengan urusan di dunia, walau meninggal tetap butuh ongkos untuk mengurus semua keperluannya, seperti biaya ambulan, biaya penguburan, dan masih banyak biaya-biaya lainnya. Belum lagi jika anda mempunyai hutang, lalu siapa yang menanggung? Ayah, ibu, kakak, adik?

Guna anda untuk mengikuti asuransi jiwa adalah mengurusi semua urusan anda selama di dunia. Jadi, anda tidak menambah beban keluarga, meski meninggal anda masih bisa memberikan manfaat untuk orang sekitar. Siapa yang tahu waktunya meninggal, jika sudah saatnya tak ada yang mampu mengelak.

2. Banyak yang berpendapat hanya orang yang memiliki anak butuh asuransi jiwa

Menurut pendapat dari Michael Boneveto seorang senior finacial advisor yang bekerja di Ameriprise Financial Services, Inc. mengatakan bahwa mereka yang telah menikah dan menikah mempunyai anak, atau menikah mempunyai anak berkebutuhan khusus, mungkin berkewajiban membeli asuransi.

Namun, bukan begitu juga kalau anda seorang lajang yang sukses dalam karir tapi juga sebagai tulang punggung keluarga, anda dapat memberikan klaim asuransi jiwa kepada keluarga tercinta apabila terjadi masalah. Dengan begitu anda telah memastikan keluarga anda tak akan mengalami masalah keuangan ketika anda sudah tiada nanti.

3. Apabila perusahaan memberikan asuransi, mengapa harus membeli lagi?

Di era global ini para perusahaan pasti menyediakan asuransi jiwa ataupun asuransi kesehatan bagi para karyawannya, yang bernilai mungkin sama jumlahnya dengan gaji anda satu tahun. Hal ini merupakan keuntungan untuk anda, tapi bagaimana kalau anda tidak bisa bekerja di perusahaan tersebut.
Apalagi anda bukan peramal, sehingga tak tahu risiko apa saja yang mungkin bisa terjadi nanti? Bagaimana kalau saat anda nganggur, anda mendadak terganggu kesehatannya dan diharuskan dirawat di rumah sakit? Anda akan terlambat menyadari bahwa perlunya asuransi untuk mengatasi kerugian yang datang akibat risiko tersebut.

4. Menurut mereka asuransi jiwa umumnya mahal

Padahal sebelum anda membeli asuransi jiwa ditawarkan berbagai macam jenis dan harga preminya. Pilihlah harga premi yang sesuai dengan kantong anda saja, toh manfaatnya tak kalah pentingnya. Biasanya premi yang dipilih dia yang masih muda biayanya lebih rendah daripada dia yang sudah mapan. Selain dibayar tahunan ada pula premi yang dibayar bulanan. Jadi sesuaikan pada kebutuhan serta kemampuan anda, jangan terlalu memaksa apabila kondisi keuangan pas-pasan.

5. Banyak yang mengira semua kebijakan asuransi jiwa perusahaan yang satu sama dengan yang lain.

Anggapan itu tentu salah! Yang namanya dagangan pasti mempunyai kelebihan dan kekurangan yang diwujudkan dengan kebijakan. Mungkin kebijakan ini menggunakan istilah yang sama, tetapi substansi tentang apa yang di-cover dapat berbeda. Jadi, ketika anda membeli produk asuransi jiwa, jangan hanya mempertimbangkan harga preminya saja. Bacalah secara seksama sampai jelas kebijakan dan ketentuan yang diberikan perusahaan untuk anda, supaya anda tidak merasa tertipu di kemudian hari.

6. Ibu rumah tangga tak perlu membeli asuransi jiwa

Sebagai seorang ibu rumah tangga, anda mungkin tak berpenghasilan hanya mengandalkan pemberian suami. Walau begitu anda wajib menyediakan fasilitas yang diperlukan keluarga. Seperti, kebutuhan akan sekolah, kebutuhan sandang pangan, kesehatan anak, perawatan rumah dan keperluan lainnya.

Sekali lagi kita tak ada yang tahu berapa umur seseorang, bilamana suami meninggal secara mendadak. Atau mungkin dia tak bisa bekerja lagi, atau karena hal lainnya yang membuat anda harus memenuhi kebutuhan hidup keluarga. Inilah gunanya asuransi jiwa, mampu menjamin keamanan hidup anda ketika pasangan tak sanggup lagi memenuhi kebutuhan hidup keluarga.

7. Banyak yang malas ikut asuransi karena menurut mereka “membeli asuransi sangatlah rumit”

Proses dalam membeli asuransi jiwa memang ada, hingga tahap persetujuan atas pengajuan asuransi anda. Tetapi, sekarang ini perusahaan sudah banyak yang menerapkan layanan jemput bola, seorang financial planner atau agen asuransi akan mendatangi anda dan membantu mempermudah semua proses pembelian asuransi.

Selain itu, anda juga dapat mengakses website resminya untuk mengetahui hal-hal yang kurang jelas sebelumnya. Dari situ, anda dapat membandingkan antara produk-produk asuransi yang dinaungi oleh perusahaan tersebut. Kalau kurang jelas lagi, mintalah penjelasan agen. Mereka akan meluangkan waktunya untuk melayani anda.

Demikianlah 7 Mitos Tentang Asuransi Jiwa yang Sering Dibahas Oleh Masyarakat, semoga bermanfaat.