8 Alasan Mengapa Klaim Asuransi Ditolak Oleh Pihak Asuransi

8 Alasan Mengapa Klaim Asuransi Ditolak Oleh Pihak Asuransi – Kebanyakan orang malas mengikuti program asuransi adalah karena kesulitan mengurus klaim atau bahkan klaim ditolak pihak asuransi. Ketika mengikuti suatu pogram asuransi sebagai peserta, anda harus mempunyai komunikasi yang baik dengan agen. Supaya, di saat anda tidak mengerti bisa bertanya lebih jelas sampai mengerti. Sulitnya mengurus klaim mungkin karena anda kurang mengerti syarat apa saja yang dibutuhkan untuk mengurus klaim. Terkadang juga peserta melakukan kesalahan sehingga perusahaan asuransi menolak klaim dicairkan.
Setiap peserta asuransi wajib tahu benar dengan program asuransi yang diikuti dan beberapa ketentuan di dalamnya. Jika tidak, bisa membawa kerugian bagi dirinya, khususnya di pengurusan klaim. Pada dasarnya di dalam pengurusan klaim terdapat kesepakatan dari peserta dan pihak asuransi yang kesemua itu terikat secara hukum. Bisa berarti penolakan klaim tidak sembarangan berdasarkan kesepakatan yang berlaku.

Jika tidak mau kesulitan mencairkan klaim atau ditolak perusahaan, alangkah baiknya simak 8 alasan mengapa klaim asuransi ditolak oleh perusahaan asuransi, adalah :

8 Alasan Mengapa Klaim Asuransi Ditolak Oleh Pihak Asuransi

mengapa klaim asuransi anda ditolak 635x291 » 8 Alasan Mengapa Klaim Asuransi Ditolak Oleh Pihak Asuransi
Mengapa klaim asuransi anda ditolak (Ilustrasi)

1. Polis yang sudah tidak aktif (Lapse)

Bagaimana mau bisa cair kalau polis anda sudah tidak aktif lagi atau biasa disebut lapse. Berikut yang menyebabkan polis tak aktif lagi yaitu :

  • Pembayaran premi asuransi anda telah jatuh tempo, sebab sudah melewati batas masa tenggang. Perhatikan pembayaran premi asuransi anda, karena setiap asuransi mempunya batas masa tenggang yang berbeda-beda, umumnya hingga 45 hari. Nah, ketika ada kejadian yang terjadi setelah batas masa tenggang, pihak asuransi akan melepas tanggung jawabnya dari kerugian apa saja yang dialami pemilik polis, meskipun termasuk dalam klausul polis. Makanya, anda wajib membayar premi asuransi tepat pada waktunya atau sampai tanggal akhir waktu tenggang. Jangan sampai melebih batas masa tenggang, bisa jadi anda sendiri yang rugi nantinya.
  • Jika polis asuransi berbentuk unitlink. Polis dianggap tak aktif kalau nilai tunai asuransi tidak mencukupi untuk menutup biaya asuransi. Penyebabnya adalah, mungkin karena kerja investasi yang kurang baik dan nilai tunai yang sering dicairkan. Cara menghindarinya dengan melakukan top up pada waktu tertentu dimana kinerja investasi sedang dalam keadaan buruk. Lalu juga, hindari mencairkan nilai tunai, selain pada saat benar-benar membutuhkan saja.

2. Klaim tak tercakup di dalam klausul

Sebuah polis asuransi yang diberikan kepada peserta asuransi berisi ketentuan serta kriteria apapun yang dapat masuk atau tidak dapat masuk ke dalam tanggungan asuransi. Sebagai contoh, pada polis asuransi tercatat bahwa stroke adalah serangan serebral vaskular yang bersifat neurologis permanen dalam waktu lebih dari 24 jam. Meskipun dokter telah mendiagnosa pemilik polis positif terkena stroke tetapi kurang dari 24 jam, maka klaim asuransi pasti ditolak apabila diajukan. Sebab, waktunya masih kurang dari 24 jam. Itulah yang dimaksud ketentuan dan kriteria dari apa saja yang masuk atau tidak dalam tanggungan asuransi.

3. Klaim diajukan melebih batas waktu yang ditentukan pihak asuransi

Jika anda mengajukan klaim melebih batas waktu yang ditentukan pihak asuransi, kemungkinan besar klaim ditolak. Sebab, peraturan yang sudah anda sepakati sejak awal dengan pihak asuransi selalu berlaku selama anda menjadi anggotanya. Misal, klaim asuransi jiwa diberikan batas waktu 30 hingga 60 hari, anda harus mengajukan klaim sebelum waktu tersebut. Jika melebihi waktu tersebut, pihak asuransi berhak menolak pencairan klaim yang anda ajukan.

4. Dokumen pengurusan klaim kurang lengkap

Sebelum melakukan pengajuan kepada pihak asuransi, sebaiknya anda melengkapi terlebih dahulu dokumen klaim, seperti bagi asuransi jiwa, dibutuhkan surat keterangan resmi dokter dan jangan lupa isi formulir klaim dengan benar. Jika klaim asuransi mobil maka anda membutuhkan, fotocopy SIM, STNK, polis asuransi, foto kerusakan mobil sebagai bukti, mungkin juga surat keterangan polisi diperlukan serta pastikan mengisi formulir klaim yang disediakan. Isilah formulir klaim secara benar, jujur dan sejelasnya, sebab formulir ini dijadikan mereka sebagai acuan dalam melakukan pengecekan terhadap mobil anda. Apabila bohong saat mengisinya apa jadinya?

5. Sedang berada di masa tunggu atau waiting period

Pada jenis asuransi tertentu, ada kebijakan lain yang namanya masa tunggu. Pada saat masa tunggu pemilik asuransi tidak bisa mengajukan klaim. Umumnya bagi yang sakit kritis diberikan masa tunggu kira-kira 30 hingga 365 hari. Misalnya, pihak asuransi memberikan masa tunggu selama 30 hari. Sedangkan, polis asuransi dibeli peserta pada tanggal 2 Maret, lalu sebelum 30 hari dia menderita sakit kritis. Jika dia mengajukan klaim pihak asuransi berhak menolaknya, sebab masa tunggu belum terlewati.

6. Penyakit sudah diderita sebelum polis dibeli

Anda diharapkan masih sehat walafiat mendaftar program asuransi. Sebab, jika penyakit sudah anda derita sejak sebelum memiliki polis asuransi, sesungguhnya pihak asuransi mampu menolak pengajuan klaim anda. Apalagi jika anda berbohong, mengatakan belum mempunyai penyakit tersebut, pihak asuransi akan kecewa telah bekerja sama dengan anda.

7. Klaim yang diajukan termasuk dalam daftar pengecualian

Bukan hanya mengatur hal apa saja yang termasuk dalam tanggungan asuransi, polis juga mengatur hal-hal yang termasuk dalam pengecualian. Yang dimaksud dengan pengecualian adalah sesuatu hal yang tak termasuk tanggungan asuransi. Contohnya, asuransi jiwa, yang menjadi kecualian seperti meninggal karena kejahatan, karena hukuman mati dari pengadilan. Kalau pada asuransi mobil, yang termasuk pengecualian yang menyebabkan klaim ditolak yaitu, dimodifikasi tanpa memberitahu terlebih dahulu kepada pihak asuransi atau kendaraannya difungsikan tidak sesuai peruntukannya (contoh : mobil kijang untuk mengangkut banyak beras hingga melebihi kapasitasnya).

8. Pemilik polis melakukan kegiatan yang melanggar hukum

Alasan berikutnya yang mengakibatkan klaim asuransi ditolak yaitu pemilik polis melakukan tindakan yang melanggar hukum. Misalnya, anda mempunyai asuransi mobil all risk, lalu mengalami kecelakaan yang disebabkan anda ugal-ugalan, melanggar aturan lalu lintas, dan sebagainya. Dengan begitu anda akan ditolak saat mengajukan klaim kepada pihak asuransi.

Demikianlah 8 Alasan Mengapa Klaim Asuransi Ditolak Oleh Pihak Asuransi, semoga bermanfaat.