Fitch: Rendahnya Penetrasi Asuransi Justru Jadi Penggerak Utama Pertumbuhan Asuransi di Indonesia

Fitch: Rendahnya Penetrasi Asuransi Justru Jadi Penggerak Utama Pertumbuhan Asuransi di Indonesia – Lembaga pemeringkat Fitch Ratings menilai, rendahnya penetrasi asuransi justru menjadi daya pikat menarik bagi pertumbuhan asuransi di Indonesia.

Pasalnya, kendati penetrasi di Indonesia sudah meningkat dari tahun ke tahun, namun masih lebih rendah dibandingkan negara lainnya sehingga ruang untuk bertumbuh masih cukup besar.

Dalam laporan terbarunya, Fitch Ratings menyatakan, peringkat untuk sektor asuransi jiwa dan asuransi umum di Indonesia pada 2015 diperkirakan stabil. “Hal ini didukung pertumbuhan pasar yang berkelanjutan, eksposur terhadap aset berisiko yang terkendali, marjin operasional yang sehat, dan lingkungan regulator yang berkembang,” tulis keterangan Fitch, Jumat (19/12/2014).

Fitch menyatakan, rendahnya penetrasi asuransi di Indonesia tidak hanya dipandang sebagai potensi pasar yang menjanjikan, namun juga dilengkapi dengan peningkatan kesadaran berasuransi sehingga pasar bisa berkembang.

Selain rendahnya penetrasi, kata Fitch, khusus asuransi umum, besarnya potensi segmen ini ditunjang meningkatnya kemakmuran, kelas menengah yang berkembang serta pertumbuhan ekonomi.

Tingkat penetrasi asuransi di Indonesia telah meningkat secara bertahap selama beberapa tahun terakhir. Swiss Re memperkirakan jumlah penetrasi asuransi di 2,1 persen pada tahun 2013, dibandingkan 1,77 persen pada 2012 dan 1,5 persen pada 2010. Meski demikian hal inii masih dianggap rendah dibandingkan penetrasi di negara-negara tetangga seperti Singapura, Malaysia dan Thailand yang berada di atas 4 persen.

asuransi besar akan membanjiri indonesia » Fitch: Rendahnya Penetrasi Asuransi Justru Jadi Penggerak Utama Pertumbuhan Asuransi di Indonesia
Fitch: Rendahnya Penetrasi Asuransi Justru Jadi Penggerak Utama Pertumbuhan Asuransi di Indonesia (Ilustrasi)

 

Premi asuransi Indonesia menyumbang 0,4 persen dari pasar global pada akhir 2013. Fitch yakin bahwa sektor ini siap untuk pertumbuhan yang stabil dalam jangka menengah, didukung pasar yang relatif besar dan belum dimanfaatkan hampir 250 juta.

Fitch mengharapkan perubahan dalam lingkungan regulator untuk mendorong pengembangan sektor lebih lanjut mengingat regulator telah memperketat peraturan secara bertahap dalam beberapa tahun terakhir termasuk penerbitan undang-undang baru, persyaratan modal yang lebih ketat, dan peraturan tarif. Sementara outlook peringkat stabil mencerminkan ekspektasi Fitch bahwa kondisi ekonomi Indonesia akan terkendali, outlook dapat direvisi menjadi negatif jika terjadi krisis ekonomi.

Chief Executive Officer Avatar Global Consulting, konsultan perusahaan keuangan Eddy K.A Berutu menjelaskan, saat ini penetrasi asuransi di Indonesia memang masih rendah.

“Hal itu terjadi karena masyarakat Indonesia belum memahami asuransi, namun mari kita lihat dalam beberapa tahun ke depan, pertumbuhannya akan menjadi semakin atraktif,” jelasnya kepada Investor Daily baru-baru ini.

Menurut Eddy, tingkat daya beli masyarakat Indonesia yang mulai meningkat bisa menjadi mesin untuk meningkatkan pertumbuhan asuransi. Pertumbuhan yang signifikan ini tidak hanya berdampak pada perekonomian, namun juga kepada pasar saham. “Akibatnya saham asuransi juga mulai diperhitungkan di pasar modal,”ujarnya.

Namun semua itu tidak bisa terwujud tanpa dukungan dari Otoritas Jasa Keuangan (OJK). Adanya financial inclusion yang digadang-gadang OJK dan implementasi Badan Penyelenggara Jaminan Sosial (BPJS) Kesehatan bisa membuat hal tersebut terwujud. (Sumber: Beritasatu.com / Investor Daily)

Demikianlah artikel mengenai Fitch: Rendahnya Penetrasi Asuransi Justru Jadi Penggerak Utama Pertumbuhan Asuransi di Indonesia, semoga bermanfaat.