Pasar Asuransi Syariah Masih Terbuka Lebar

Pasar Asuransi Syariah Masih Terbuka Lebar– Meskipun perekonomian global dan Indonesia sedang mengalami perlambatan, namun industri asuransi syariah berpeluang mencatatkan pertumbuhan signifikan. Bahkan, target pertumbuhan industri asuransi syariah bisa mencapai 35 persen.

“Angka ini jauh lebih besar jika dibandingkan dengan peningkatan asuransi konvensional yang hanya 20 persen,” ujar Agus Haryadi, Pengurus Pusat Masyarakat Ekonomi Syariah (MES) dalam Seminar Asuransi Syariah di Convention Hall Universitas Islam Negeri (UIN) Sunan Kalijaga Yogyakarta, Selasa (09/09/2014) lalu.

Lebih lanjut Agus Haryadi mengatakan, pertumbuhan asuransi syariah yang bagus tersebut sangat ditopang oleh sistem perekonomian yang tepat, serta melimpahnya penduduk Muslim. Bahkan, ke depan pasar asuransi syariah masih terbuka lebar, meski perdagangan global diberlakukan.

“Dari sisi kontribusi premi bruto, market share asuransi syariah terhadap asuransi nasional 4,41 persen, asuransi jiwa syariah 4,65 persen dan asuransi umum syariah 3,81 persen. Jika dibandingkan gross domestic product, penestrasi industri asuransi syariah masih rendah,” paparnya.

Selain itu, kata Nur Hasanah dari Direktorat Otoritas Jasa Keuangan/OJK, indeks literasi perasuransian yang dibuat OJK menunjukkan masyarakat Indonesia yang well literate terhadap industri perasuransian relatif sedikit, sebesar 17,84 persen. Artinya dari setiap 100 orang penduduk Indonesia hanya 18 orang yang memahami asuransi.

Namun demikian, berdasarkan survei mengenai tingkat pengenalan masyarakat Indonesia terhadap lembaga jasa keuangan yang dilaksanakan OJK, asuransi menduduki posisi kedua setelah perbankan sebagai lembaga jasa keuangan yang mudah dikenal masyarakat. (Krjogja.com)

pasar asuransi syariah masih terbuka » Pasar Asuransi Syariah Masih Terbuka Lebar
Pasar Asuransi Syariah Masih Terbuka Lebar (Ilustrasi)

Demikianlah artikel Pasar Asuransi Syariah Masih Terbuka Lebar, semoga bermanfaat.