Penetrasi Asuransi Indonesia Belum Mencapai 5 Persen

Penetrasi Asuransi Indonesia Belum Mencapai 5 Persen – Hasil studi lembaga riset Nielsen Indonesia menunjukkan, bahwa penetrasi asuransi di Indonesia masih rendah dengan angka di bawah 5 persen dari total populasi dan rasio premi terhadap PDB yang hanya 1,6 persen.

“Rendahnya penetrasi asuransi, dikarenakan masyarakat Indonesia yang lebih familiar dengan produk perbankan, khususnya tabungan,” kata Director Financial Service Nielsen Indonesia Dena Firmayuansyah, dalam media briefing Prudential di Jakarta, Kamis (27/11/2014).

Ia mengatakan, rendahnya penetrasi tersebut juga tidak terlepas dari fakta, bahwa masyarakat Indonesia tidak rinci dalam melakukan penghitungan keuangan.

“Mereka sudah merasa tabungan dan penghasilan mereka cukup untuk segala kebutuhan dan resiko, sehingga mereka tidak berasuransi,” kata dia.

Namun, Presiden Direktur Prudential Indonesia Rinaldi Mudahar tetap optimistis, bahwa industri asuransi akan terus tumbuh pada 2015, di tengah dinamika politik dan ekonomi Indonesia.

“Peluang tumbuhnya industri asuransi ke depan masih terbuka luas. Dengan angka 5 persen tersebut, berarti bahwa potensi pasar yang belum tergarap masih sangat luas,” katanya.

Ia mengatakan, bahwa saat ini masih diperlukan intervensi dan pengembangan yang signifikan untuk mencapai level rasio premi asuransi jiwa terhadap PDB, seperti India sebesar 3,1 persen atau Hongkong sebesar 11,7 persen.

“Tumbuhnya industri asuransi, juga pada akhirnya akan mensejahterakan orang Indonesia,” kata Rinaldi. (Skalanews.com)

penetrasi asuransi indonesia belum mencapai 5 persen » Penetrasi Asuransi Indonesia Belum Mencapai 5 Persen
Penetrasi Asuransi Indonesia Belum Mencapai 5 Persen (ilustrasi)

Demikianlah informasi mengenai Penetrasi Asuransi Indonesia Belum Mencapai 5 Persen, semoga bermanfaat.