Pengertian dan Cara Memilih Asuransi Pendidikan yang Tepat

Pendidikan anak adalah hal yang sangat penting bagi setiap orang tua. Karena pendidikan menentukan masa depan sang anak kelak. Sebagai orang tua pasti ingin bisa memberikan yang terbaik bagi anaknya, maunya anak-anaknya memperoleh pendidikan setinggi-tingginya. Tetapi biaya sekolah yang begitu mahal, terkadang menghalau niat para orang tua yang ingin memberikan pendidikan untuk anak-anaknya. Malah ada yang berhenti saat masih di tingkat lanjutan, besarnya biaya sekolah membuat anak-anak sulit mencapai cita-citanya.

Walau pemerintah sudah mencanangkan program pendidikan secara gratis, tetapi tetap saja biaya sekolah masih mahal. Hal itu dikarenakan lebih banyak biaya iuran pada proses pendidikan ketimbang bantuan dari pemerintah. Jadi, yang dibebankan ke orang tua murid tetap saja jumlahnya besar. Apalagi saat ini kondisi ekonomi tak menentu, sangat sulit mencari uang butuh perjuangan lebih ekstra. Maka, apabila ingin mampu menyekolahkan anak setinggi-tingginya haruslah pandai menyiapkan dana pendidikan sejak dini.

Jangan biarkan masa depan anak anda suram hanya karena ketidakberuntungan orang tua. Pada dasarnya terdapat 2 wadah untuk mempersiapkan dana pendidikan yakni, asuransi pendidikan dan tabungan pendidikan. Banyak yang menganggap keduanya sama, memang bila dilihat sekilas hampir sama karena manfaatnya adalah untuk menyiapkan dana pendidikan. Namun, sebenarnya berbeda apabila dilihat dari karakteristik dan resiko yang terjadi. Yang masih awam tentu lebih memilih tabungan pendidikan, sebab mempunyai banyak kemudahan dalam prosesnya walaupun tak sesuai dengan kebutuhan.

pendidikan 423x635 » Pengertian dan Cara Memilih Asuransi Pendidikan yang Tepat
Cara memilih asuransi pendidikan (Ilustrasi/pixabay)

Tabungan Pendidikan

  • Bunga lebih kecil daripada tabungan regular bank
  • Hasil tabungan yang didapat kira-kira 3-6%, sebaiknya hanya digunakan menyimpan dana pendidikan jangka pendek, yaitu 2-5 tahun.
  • Terdapat biaya administrasi yang dikenakan kepada nasabah sama seperti tabungan regular bank.
    Ada asuransi yang ditanggung pihak bank, tetapi nilai pertanggungannya kecil. Seandainya anda meninggal sebelum tanggal jatuh tempo, ahli waris anda akan mendapatkan dana sebesar jumlah tabungan yang telah ditargetkan pada akhir jatuh tempo. Contoh, anda merencanakan untuk menabung selama 5 tahun, namun anda meninggal padahal tabungan baru 3 tahun. Maka, ahli waris anda mendapatkan dana senilai jumlah tabungan selama 5 tahun.
  • Resikonya lebih kecil
  • Proses sangat mudah

Asuransi Pendidikan

  • Hasil pengumpulan dana dapat lebih besar daripada tabungan pendidikan, sebab dana anda dijadikan sebagai produk investasi layaknya saham.
  • Seandainya sebagai nasabah anda meninggal, ahli waris tentu mendapatkan dana pertanggungan ditambah dengan hasil investasi. Misalnya, anda telah terdaftar pada polis tanggungan senilai 100 juta dan masa temponya 10 tahun menabung, tetapi sebelum waktu tersebut anda meninggal saat tabungan berjalan selama 5 tahun. Tentu ahli waris anda mendapatkan dana senila 100 juta ditambah hasil investasi yang selama ini dikelola oleh perusahaan asuransi dari biaya premi yang anda bayar setiap bulan.
  • Investasinya bersifat jangka panjang, sebab anda tak mendapatkan hasil dari investasi di 5 tahun pertama. Setelah 5 tahun lebih barulah anda bisa menikmati hasil investasi tersebut.
  • Biaya akuisisi yang ditanggungkan kepada nasabah relatif besar.
  • Resiko cenderung lebih besar dibandingkan dengan tabungan pendidikan.

Untuk menyiapkan dana pendidikan memang harus dipasrahkan di tempat yang tepat. Jangan sampai anda salah memperkirakan apakah tabungan pendidikan atau asuransi pendidikan. Tetapi biasanya untuk pendidikan tingkat TK, SD, SMP, SMA, masih bisa diatasi, tetapi jika sudah memasuki tingkat perguruan tinggi agaknya sulit teratasi. Karena membutuhkan dana yang sangat besar, setiap semesternya anda pasti mengeluarkan dana yang tidak sedikit untuk kuliah anak anda. Belum lagi bila jauh dari rumah harus kos, biaya makan, transportasi dan lainnya akan sangat memusingkan bagi anda yang penghasilannya pas-pasan. Maka, persiapkan saja asuransi pendidikan untuk anak-anak anda, walau sedikit lebih mahal tetapi manfaatnya menjangkau lebih luas.

3 Tips menentukan perusahaan asuransi pendidikan yang tepat

  1. Cari perusahaan asuransi yang reputasinya baik

Sebelum mendaftar sebagai nasabah asuransi di salah satu perusahaan asuransi, anda perlu tahu dulu kredibilitas perusahaan. Pilihlah perusahaan yang telah berdiri sejak lama dan mempunyai reputasi baik di mata para nasabahnya. Lakukan konsultasi dengan orang yang telah menjadi nasabah di perusahaan asuransi tersebut untuk mengatahui secara detail tentang pelayanannya, prosesnya, dan bagaimana kredibilitasnya hingga saat ini. Atau anda dapat mengecek kredibilitas salah satu perusahaan asuransi yang anda pilih di OJK atau Otoritas Jasa Keuangan.

2. Apabila mendaftar melalui agen cari yang telah terdaftar di Asosiasi Asuransi Umum Indonesia (AAUI)

Anda perlu waspada dalam memilih agen asuransi yang nantinya menjadi konsultan anda. Pastikan bahwa agen tersebut telah terdaftar sebagai anggota AAUI dan memiliki kartu AAUI. Sementara jika anda ingin mengambil asuransi syariah, pastikan telah terdaftar sebagai anggota dan mempunyai kartu Asosiasi Asuransi Syariah Indonesia (AASI). Jika agen asuransi yang anda pilih mempunyai kartu tersebut bisa dipastikan mereka agen profesional bukan agen asuransi yang asal-asalan.

3. Pastikan selalu mendapat informasi yang jelas dan detail

Sebagai nasabah asuransi pendidikan anda wajib mendapatkan informasi yang jelas dan lengkap. Apabila agen asuransi anda belum menjelaskan tentang hal yang tak anda mengerti, jangan segan bertanya padanya. Mintalah dia selalu memberikan informasi selengkapnya dengan jelas kepada anda. Agar nanti tidak terjadi kesalahpahaman atau kekecewaan tentang sesuatu hal.

Mintalah penjelasan tentang proses pembayaran premi, pertanggungan yang diberikan apakah harus menalangi dulu biaya rumah sakit atau hanya dengan menunjukkan kartu ke pihak Rumah Sakit, lalu juga tentang besarnya biaya akuisisi. Yang dimaksud biaya akuisisi adalah biaya penerbitan polis, pengadaan polis, biaya pos, biaya pencetakan dokumen, biaya telekomunikasi dan biaya lainnya. Besarnya biaya penerbitan polis berbeda-beda pada setiap perusahaan asuransi. Jadi, anda harus aktif meminta penjelasan mengenai semua proses dalam asuransi pendidikan tersebut.

Demikianlah Pengertian dan Cara Memilih Asuransi Pendidikan yang Tepat, semoga bermanfaat.