Perbedaan Antara Asuransi Konvensional dengan Asuransi Syariah

Sebagai nasabah asuransi tentu kita menginginkan proteksi dan berbagai sistem di dalamnya berjalan dengan baik sesuai yang kita harapkan. Dalam memilih asuransi kita sudah dibingungkan dengan begitu banyak jenis produk asuransi. Setiap perusahaan bahkan mempunyai produk sendiri-sendiri yang terkadang malah membuat kita urungkan niat berasuransi karena saking bingungnya. Setiap perusahaan asuransi ingin mempunyai sesuatu yang berbeda satu sama lainnya, dia tidak ingin dibilang menjiplak produk dari salah satu perusahaan.

Setelah asuransi konvensional yang mulai berkembang pesat dan mengundang minat para masyarakat, sekarang muncul lagi asuransi yang berbasis syariah. Banyak yang bilang ini sistemnya sama dengan asuransi konvensional, hanya saja namanya berbeda agar lebih menarik minat nasabah. Tetapi ada juga yang berpendapat berbeda asuransi syariah lebih mendengarkan isi hati para nasabahnya. Sebagai seseorang yang awam tentang asuransi, sebaiknya kita mencari info sebanyaknya agar tahu benar perbedaannya dan mana yang lebih tepat untuk diri kita.

Jangan ikut-ikutan saja, kita harus memastikan semua yang terkandung di dalam asuransi benar adanya. Kita wajib menjadi nasabah yang cerdas, mampu melihat titik kebenaran serta kelemahan perusahaan asuransi yang nantinya dipilih. Kita bisa memanfaatkan internet, tawaran agen resmi perusahaan asuransi atau mendengar saran teman. Setelah itu, ambil kesimpulan, lalu putuskan mana yang dipilih untuk menaungi anda dalam program perlindungan diri dan keluarga.

Kalau masih bingung tentang asuransi konvensional dan asuransi syariah marilah kita bahas lebih detail. Dengan pengetahuan ini akan menjadikan anda lebih mudah memilih asuransi mana yang sesuai dengan minat anda sebenarnya. Yuk, simal ulasannya :

Perbedaan Antara Asuransi Konvensional dengan Asuransi Syariah

asuransi syariah google image1 » Perbedaan Antara Asuransi Konvensional dengan Asuransi Syariah
Perbedaan asuransi konvensional dan syariah (Ilustrasi)

Asuransi Konvensional

  • Prinsip operasional dari asuransi konvensional yaitu saling menanggung antara nasabah asuransi dan perusahaan asuransi bukannya antar nasabah.
  • Konsep bisnisnya tidak mempunyai ikatan dengan konsep akhirat hanya dunia saja. Ketentuan asuransi hanya berdasarkan pada hukum yang berlaku bukan pada hukum agama.
  • Sistem financial asuransi, tidak mempunyai ketentuan pembukuan secara terbuka. Asuransi konvensional pembukuannya tertutup semuanya akan diatur perusahaan dan nasabah asuransi tidak perlu tahu hal itu.
  • Tidak memiliki dewan pengawas. Bagi asuransi konvensional, pengawasnya adalah hukum yang berlaku di negara saja, tidak ada dewan khusus.
  • Produk dan metode dari asuransi konvensional, adanya pengambilan keuntungan untuk perusahaan.
  • Pengelolan risikonya berdasarkan prinsip transfer of risk adalah pemindahan risiko dari nasabah asuransi kepada perusahaan asuransi.
  • Metode pembayarannya dapat diketahui dari perbandingan antara risiko dan modal yang disetor ke perusahaan asuransi. Dan dana pertanggungan diambil dari rekening perusahan.
  • Keuntungan dari investasi sepenuhnya milik perusahaan asuransi.
  • Nasabah, tidak diharuskan untuk membayar zakat dari uang pertanggungan yang diperoleh.
  • Ada sistem dana hangus, apabila nasabah tidak dapat melanjutkan pembayaran premi dan mengundurkan diri, maka dananya akan hangus.

Asuransi Syariah

Asuransi syariah biasa dikenal dengan istilah “takaful”, sebenarnya metode yang dimiliki asuransi syariah sama dengan asuransi konvensional. Pihak perusahaan asuransi berperan sebagai penanggung dan tertanggung adalah nasabah asuransi. Yang membedakan antara asuransi syariah dengan asuransi konvensional yaitu prinsip operasionalnya. Asuransi syariah prinsipnya berdasarkan syariat islam.

  • Prinsip operasional dari asuransi syariah adalah tolong-menolong. Maksudnya adanya prinsip saling membagi beban antara nasabah asuransi yang satu dengan lainnya. Para nasabah asuransi dapat membantu nasabah lainnya yang sedang mengalami kesusahan. Jadi, asuransi syariah lebih manusiawi dan mementingkan kepentingan nasabahnya bukan hanya keuntungan perusahaan.
  • Konsep bisnis asuransi syariah berdasarkan hukum islam, asuransi syariah mempunyai konsep bisnis yang berdasarkan pada hukum islam. Tujuannya semata-mata mendapatkan ridho Ilahi untuk keselamatan di dunia maupun akhirat. Dan ketentuannya selalu mengacu pada Al-Qur’an dan Hadist.
  • Sistem finansialnya terbuka, karena hukumnya berdasarkan syariat islam, tentu sistem keuangan yang ada dalam asuransi syariah terbuka. Semua pihak berhak tahu tentang laporan keuangan yang dijalankan dalam sistem asuransi.
  • Adanya dewan pengawas, ketika menjalankan semua programnya asuransi syariah selalu diawasi oleh Dewan Pengawas Syariah (DPS). Sehingga memastikan supaya tidak ada penyimpangan operasional investasi, manajemen serta produk asuransi syariah, yang semestinya berdasarkan hukum islam.
  • Produk dan metode dari asuransi syariah, asuransi syariah merancang sedemikian rupa supaya terhindar dari riba atau bunga.
  • Setiap nasabah asuransi syariah dapat melihat di Jakarta Islamic Index tentang sistem operasional asuransi dalam pengelolaan investasi dana.
  • Pengelolaan risikonya berdasarkan prinsip hukum bagi risiko (sharing of risk) antara lingkup mereka sendiri.
  • Pembayaran klaim dicairkan dari rekening tabungan bersama, yaitu dana yang sudah para nasabah ikhlaskan untuk tolong-menolong antar sesama nasabah asuransi syariah apabila ada yang mengalami musibah.
  • Keuntungan dari investasi dibagi berdasarkan prinsip bagi hasil dengan prosentase yang sudah disepakati.
  • Nasabah, diwajibkan membayar zakat dari hasil investasi yang diperoleh.
  • Tidak adanya sistem dana hangus, dana nasabah dapat diambil kembali walau tidak sanggup meneruskan kontrak maupun mengundurkan diri. Kecuali dana kecil yang memang telah diniatkan untuk tabarru’

Itulah perbedaan antara asuransi konvensional dengan asuransi berbasis syariah. Sekarang, tergantung pada diri anda mana yang lebih cocok untuk mengelola dana perlindungan anda di masa depan. Dengan adanya ulasan di atas, dapat anda jadikan sebagai acuan untuk memilih produk perlindungan diri yang baik untuk diri sendiri beserta keluarga. Dalam berasuransi berarti kita berusaha mengubah risiko buruk yang bisa saja terjadi dalam kehidupan ini menjadi tidak menakutkan untuk dihadapi. Dengan begitu hidup anda akan lebih terasa aman, nyaman, dan tenang ketika beraktivitas sehari-hari.