Perusahaan Asuransi Besar Akan Membanjiri Indonesia

Perusahaan Asuransi Besar Akan Membanjiri Indonesia – Memasuki tahun 2015, saat diberlakukannya Masyarakat Ekonomi ASEAN (MEA) industri asuransi nasional menghadapi tantangan besar. Pasalnya, masa itu mulai masuk perusahaan-perusahaan asuransi dengan modal kuat dari sejumlah negara ASEAN ke dalam pasar domestik.

“Tahun 2015 adalah real war bagi perusahaan asuransi nasional. Ini benar-benar perang yang nyata,” ungkap Deputi Pengawasan Industri Keuangan Non Bank Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Dumoli Pardede dalam sambutan saat diskusi “Prospek Bisnis di Era Pemerintaha Baru” yang diselenggarakan Majalah Media Asuransi, di Hotel Le Meridien, Jakarta, Senin, (17/11/2014).

Oleh karena itu, Dumoli menyarankan, agar industri asuransi nasional terus mempersiapkan diri sebaik mungkin untuk menghadapi tantangan tersebut. “Tinggal beberapa bulan lagi, kita harus merapatkan barisan dan harus benar-benar siap,” katanya mengingatkan.

Sementara itu, Ketua Umum Asosiasi Asuransi Jiwa Indonesia (AAJI) Hendrisman Rahim mengatakan, meskipun menghadapi tantangan berat di tahun 2015, para pelaku industri asuransi optimistis tahun 2015 prospek pertumbuhan asuransi sangat cerah.

Dia memperkirakan, premi asuransi tumbuh 23-29%, aset tumbuh 18-32%, dan investasi tumbuh 13-33%. Bonus demografi dan meningkatnya kelas menengah mendukung tumbuhnya industri asuransi nasional.

asuransi besar akan membanjiri indonesia » Perusahaan Asuransi Besar Akan Membanjiri Indonesia
Perusahaan Asuransi Besar Akan Membanjiri Indonesia (Ilustrasi)

Dikatakan Hendrisman, saat ini anggota AAJI mencapai 51 perusahaan asuransi jiwa, yang terdiri dari 29 perusahaan swasta nasional, dan 21 asuransi patungan dan asuransi BUMN. Sedangkan jenis perusahaan yang konvensional sebayak 48 perusahaan dan 3 bank asuransi syariah. Untuk reasuransi mencapai 4 perusahaan.

Sementara itu, Ketua Dewan Penasehat Asosiasi Asuransi Syariah Indonesia (AASI) M. Shaifie Zein mengatakan, dalam menghadapi MEA 2015, tantangan industri asuransi syariah sangat banyak, antara lain, industri ini masih sangat kecil, dimana asetnya juga masih kecil, kurangnya SDM syariah yang mumpuni, kurangnya persiapan dalam bidang keuangan dibanding pesaing, serta literasi masyarakat yang masih sangat rendah.

Meski demikian, menurut dia, diperkirakan asuransi syariah minimum tumbuh 20 persen, dengan penetrasi pasar sebesar 2 persen sedangkan pertumbuhan asuransi jiwa mencapai 10 persen. Sedangkan aset asuransi syariah mencapai Rp 19,68 miliar. Dengan kontribusi bruto mencapai Rp 4.479 miliar.

Dipaparkan Shaifie, untuk asuransi syariah global, mengalami peningkatan setiap tahunnya, hingga tahun 2015 total kontribusi seluruh dunia mencapai 17,114 juta dolar AS dengan kontribusi terbesar dari Saudi Arabia.

Menyinggung tentang klaim asuransi Shaifie mengatakan, kontribusi asuransi jiwa syariah hingga triwulan II tahun 2014 mencapai Rp 3,8 triliun, sedangkan kontribusi umum dan reasuransi syariah mencapai Rp 670 mliar dan asuransi dan reasuransi syariah mencapai Rp 4,47 triliun.

Untuk klian, menurut Shaifie, pada kuartal II tahun 2014 untuk asuransi jiwa syariah mencapai Rp 1 triliun, sedangkan untuk asuransi umum dan reasuransi syariah mencapai Rp 389 miliar serta jumlah asuransi dan reasuransi syariah mencapai Rp 1,4 triliun.

Sementara Ketua Umum Asosiasi Asuransi Umum Indonesia (AAUI) Ahmad Fauzie memperkirakan pertumbuhan asuransi umum pada tahun 2015 akan mencapai 17-20 persen. Sementara pada 2014 ini pertumbuhan asuransi umum mengalami pertumbuhan 21 persen, sedangkan pada tahun 2013 lalu hanya 18,9 persen.

Dipaparkan, dengan tingkat persaingan yang tinggi diperkirakan pertumbuhan premi berdasarkan ekuitas Rp 750 miliar ke atas mencapai 19,2 persen, sedangkan untuk Rp 250-750 miliar meningkat sebesar 11,2 persen. Untuk ekuitas Rp 100 miliar-250 miliar tumbuh 29.91 persen dan ekuitas kurang dari Rp 100 miliar sebesar 14,1 persen. (Pikiran Rakyat)

Demikianlah artikel mengenai Perusahaan Asuransi Besar Akan Membanjiri Indonesia, semoga informasi ini bermanfaat.