Premi Asuransi Bisa Tumbuh 20 Persen, Inilah 3 Faktor Penghambatnya

Premi Asuransi Bisa Tumbuh 20 Persen, Inilah 3 Faktor Penghambatnya– Direktur Eksekutif Asosiasi Asuransi Umum Indonesia (AAUI), Julian Noor, mengatakan bahwa premi asuransi umum hingga akhir 2014 akan tetap tumbuh hingga 20 persen.

Julian mengungkapkan, pencapaian tersebut dapat terwujud dengan catatan pertumbuhan ekonomi Indonesia mampu mencapai 6,2 persen.

“Untuk pertumbuhan premi asuransi umum selalu berhubungan dengan pertumbuhan ekonomi kita. Lihat saja, tahun lalu premi asuransi umum naik 19 persen dengan pertumbuhan ekonomi sebesar 5,78 persen,” kata Julian kepada VIVAnews.
“Jadi, kalau tahun ini, ekonomi bisa naik sampai 6,2 persen, premi tumbuh 20 persen. Tapi, kalau hanya mencapai 5,2 persen, saya prediksi pertumbuhan premi hanya 17 persen,” tuturnya.

Selain itu, Julian menekankan, melambatnya industri asuransi di Indonesia akibat masih rendahnya tingkat kesadaran masyarakat di negara ini mengenai asuransi.

Menurut dia, mengacu pada data Otoritas Jasa Keuangan (OJK) tahun 2013, dari 100 orang yang disurvei ternyata hanya 19 orang yang tahu tentang asuransi. Sementara itu, yang menggunakan produk asuransi hanya 12 orang dan sisanya sama sekali tidak tahu tentang asuransi.

“Kondisi ini jelas sangat mengenaskan terhadap pertumbuhan indusri asuransi ke depan,” terangnya.

Mengenai berbagai kendala yang selama ini menghambat perkembangan industri asuransi di Indonesia, Julian menjelaskan, setidaknya ada 3 faktor penting yang harus diperhatikan dan menjadi perbaikan pada masa yang akan datang.

faktor penghambat pertumbuhan premi asuransi 635x635 » Premi Asuransi Bisa Tumbuh 20 Persen, Inilah 3 Faktor Penghambatnya
Premi Asuransi Bisa Tumbuh 20 Persen, Inilah 3 Faktor Penghambatnya (Ilustrasi/www.sourceins.com)

3 Faktor Penghambat Pertumbuhan Premi Asuransi

Adapun tiga faktor tersebut, antara lain:

1. Faktor ekonomi masyarakat Indonesia yang masih banyak berpenghasilan menengah ke bawah.

Selama ini, mayoritas perusahaan-perusahaan asuransi lebih “bermain” ke masyarakat dengan penghasilan menengah ke atas. Kondisi ini, semakin sulit menyentuh masyarakat dengan penghasilan menengah ke bawah dan ditambah lagi di daerah-daerah pedesaan yang masih sangat minim disediakan produk-produk maupun perusahaan asuransi.

2. Kultur masyarakat Indonesia yang gemar dengan gotong royong

Asuransi tidak lagi menjadi prioritas dan bukan kebutuhan penting yang mendesak karena masyarakat masih identik dengan budaya tolong-menolong. Misalnya saja, ada seseorang sakit akan lebih mudah untuk meminta bantuan keluarga, teman maupun tetangga. Namun, semua itu akan ada batasnya ketika tidak lagi bisa diandalkan, maka alternatif terakhir bisa jadi berpindah haluan ke asuransi.

3. Faktor pendidikan

Mulai dari tingkat Sekolah Dasar (SD) sampai mahasiswa, selama ini tidak ada pendidikan mengenai asuransi. Hal ini yang membuat banyak kalangan yang ada di bangku pendidikan pun tidak tahu banyak mengenai asuransi. Akan tetapi, saat ini sudah mulai ada kurikulum di tingkat SMU/SMK tentang literasi keuangan, di mana Otoritas Jasa Keuangan (OJK) bekerja sama dengan Menteri Pendidikan. Meskipun demikian, dampaknya baru bisa dirasakan sekitar 7-10 tahun berikutnya. (Viva.co.id)

Demikianlah artikel mengenai Premi Asuransi Bisa Tumbuh 20 Persen, Inilah 3 Faktor Penghambatnya, semoga bermanfaat.