Premi Asuransi Umum Tumbuh 21 Persen

Premi Asuransi Umum Tumbuh 21 Persen – Di tengah perlambatan pertumbuhan ekonomi, industri asuransi umum masih bisa membukukan pertumbuhan positif. Tidak seperti industri asuransi jiwa yang perolehan premi bisnis barunya turun 16,3 persen, industri asuransi umum masih mencetak pertumbuhan premi 21 persen.

Asuransi kendaraan bermotor, asuransi harta benda, dan asuransi kesehatan masih menjadi penyumbang terbesar pendapatan premi industri asuransi umum. Total pendapatan premi dari tiga lini usaha itu saja mencapai Rp 16,52 triliun dari total pendapatan premi asuransi umum semester I tahun ini, sebesar Rp 25,48 triliun.

Meski asuransi kendaraan bermotor dan harga benda masih mendominasi, porsi premi kedua lini asuransi ini menciut. Porsi asuransi kendaraan bermotor turun dari 30 persen menjadi 29,8 persen dalam setahun.

Adapun porsi asuransi harta benda turun dari 29,2 persen menjadi 26,4 persen pada periode yang sama. “Jika dibandingkan dengan kuartal pertama tahun ini, terjadi perubahan dominasi market share dari sebelumnya dikuasai asuransi harta menjadi asuransi kendaraan bermotor,” kata Julian Noor, Direktur Eksekutif AAUI, Selasa (16/9/2014).

Dadang Sukresna, Wakil Ketua Bidang Statistik, Informasi & Analisa AAUI menambahkan, penurunan pangsa pasar asuransi harta benda disebabkan melambatnya kredit properti di perbankan. Peraturan tarif premi yang ditetapkan oleh Otoritas Jasa Keuangan (OJK) tidak banyak berpengaruh, karena tarif premi asuransi simple risk seperti asuransi rumah tinggal justru turun.
Dominasi asuransi kendaraan bermotor dan asuransi harta benda pun terjadi pada pembayaran klaim. Klaim asuransi kendaraan bermotor mencapai Rp 3,5 triliun dan asuransi harta benda senilai Rp 1,9 triliun.

premi asuransi umum tumbuh » Premi Asuransi Umum Tumbuh 21 Persen
Premi Asuransi Umum Tumbuh 21 Persen (Ilustrasi/Tribunnews/Herudin)

Dadang mengatakan, secara nilai memang pembayaran klaim pada dua lini usaha ini mendominasi. “Tapi, pertumbuhan klaim keduanya masih wajar, yaitu 20 persen untuk kendaraan bermotor dan 2,4 persen untuk harta benda. Kedua lini usaha ini juga mendominasi perolehan premi secara keseluruhan,” kata Dadang.

Saat premi bruto naik, premi reasuransi umum justru menurun. Pendapatan premi reasuransi umum turun 12,8 persen menjadi Rp 1,66 triliun dari periode yang sama tahun lalu sebesar Rp 1,9 triliun. Hasil underwriting tumbuh 37,9 persen menjadi Rp 105,21 miliar.

Sedangkan klaim reasuransi naik 4,6 persen menjadi Rp 803 miliar. Pembayaran klaim terbesar mengalir ke asuransi harta benda, aneka, rangka kapal, rekayasa, asuransi kredit, dan pengangkutan kapal. (TribunNews.com)