Tiga Lini Bisnis Asuransi Umum Jadi Komitmen Awal Regulator se-ASEAN

Tiga Lini Bisnis Asuransi Umum Jadi Komitmen Awal Regulator se-ASEAN – Kerja sama bisnis asuransi umum antarnegara anggota ASEAN dalam rangka implementasi Masyarakat Ekonomi ASEAN (MEA) tahun 2015, baru menyepakati komitmen awal untuk pemasaran produk di tiga lini bisnis. Ketiga lini bisnis itu adalah marine hull, aviation, dan transportation cross border.

Kepala Eksekutif Pengawas Industri Keuangan Non Bank Otoritas Jasa Keuangan (OJK), Firdaus Djaelani, mengatakan, itu merupakan komitmen pertama yang dicapai oleh regulator keuangan di negara-negara anggota ASEAN untuk bidang industri asuransi umum terkait MEA 2015.

“Pada September lalu, regulator keuangan se-Asean mulai membahas mengenai langkah awal kerja sama di bidang asuransi umum dalam rangka MEA. Kami memulai dari marine hull, aviation, dan transportation cross border. Ini adalah first commitment,” kata dia pada saat menutup The 20th Indonesia Rendezvous bertema “Robust Indonesian Reinsurance Company Forthcoming Asean Economic Community” yang diselenggarakan Asosiasi Asuransi Umum Indonesia (AAUI) di Nusa Dua, Bali, Jumat (17/10).

Firdaus menjelaskan, alasan pemilihan tiga lini bisnis asuransi umum sebagai komitmen pertama antara regulator keuangan se-ASEAN karena ketiganya meng-cover objek bergerak yang bisa melintasi batas atau memasuki negara-negara di ASEAN.

“Kita ketahui lini marine hull dan aviation adalah objek bergerak yang perlu memperoleh asuransi. Cross border transportation juga demikian. Sebagai contoh, kendaraan yang bisa melintasi batas negara antara Indonesia dan Malaysia di Pulau Kalimantan, atau di Selat Malaka,” jelas dia.

Kepala Eksekutif Pengawas Industri Keuangan Non Bank Otoritas Jasa Keuangan OJK Firdaus Djaelani » Tiga Lini Bisnis Asuransi Umum Jadi Komitmen Awal Regulator se-ASEAN
Kepala Eksekutif Pengawas Industri Keuangan Non Bank Otoritas Jasa Keuangan (OJK), Firdaus Djaelani, menutup The 20th Indonesia Rendezvous bertema “Robust Indonesian Reinsurance Company Forthcoming Asean Economic Community” yang diselenggarakan Asosiasi Asuransi Umum Indonesia (AAUI) di Nusa Dua, Bali, Jumat (17/10). (sumber: Investor Daily)

Dalam hal implementasi MEA tahun 2015, tambah Firdaus, OJK akan mendukung industri asuransi dalam negeri agar bertumbuh dan bisa bersaing.

Sekretaris Jenderal Asean Insurance Council, Evelina F Pietruschka, mengatakan, ASEAN Insurance Council membuat proyeksi pertumbuhan industri asuransi se-ASEAN pada 2015. Pada 2014, pertumbuhan ekonomi kawasan ASEAN sekitar 4,6 persen dan tahun depan meningkat menjadi 5,3 persen.

“Dalam proyeksi tersebut, penetrasi industri asuransi di kawasan Asean mencapai 3,4 persen terhadap Gross Domestic Product (GDP). Ini masih rendah dibandingkan di penetrasi di Uni Eropa pada 2015 yang diperkirakan mencapai 7,8 persen,” ujar dia.

Evelina juga menilai, peluang pasar asuransi di kawasan ASEAN sebenarnya masih cukup besar. Secara khusus untuk industri asuransi umum di Indonesia, berdasarkan data ASEAN Insurance Council pada 2012 mencatat tingkat penetrasi baru 0,5 persen terhadap GDP.

Pendapatan premi industri asuransi umum tahun 2012 berdasarkan tingkat perolehan masih dominan dari asuransi kendaraan bermotor. Kemudian diikuti perolehan premi dari asuransi properti, marine, engineering, dan aneka.

Pada kesempatan itu, Principal Officer and CEO Guy Carpenter Singapore, Richard Jones, mengatakan, implementasi MEA tahun depan memiliki sejumlah peluang bisnis dan tantangan bagi industri asuransi. Dia memaparkan, perusahaan-perusahaan asuransi di ASEAN dapat memperluas pasar di negara seperti Kamboja, Laos, dan Myanmar. Dalam hal ini, perusahaan perlu menjalin kerja sama dengan pihak lokal dan memahami budaya setempat. Perusahaan juga perlu memiliki modal cukup dalam rangka ekspansi bisnis lintas negara tersebut.

“Di sisi lain, ada juga dampak negatif antara lain perusahaan asuransi skala kecil di suatu negara berpotensi sulit berkembang akibat kalah bersaing dengan asuransi asing yang masuk,” ujar Jones. (Investor.co.id)

Demikianlah informasi mengenai Tiga Lini Bisnis Asuransi Umum Jadi Komitmen Awal Regulator se-ASEAN, semoga bermanfaat.